Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 17 Sep 2019 23:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pohon Kehidupan di Selatan Terdepan Indonesia

Afif Farhan
detikTravel
Pohon lontar, pohon kehidupan di Rote (Afif Farhan/detikcom)
Rote - Pohon lontar bukan pohon sembarangan di Rote. Inilah pohon kehidupan di selatan terdepan Indonesia.

20-26 Agustus 2019, tim Tapal Batas detikcom bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjelajahi Kabupaten Rote Ndao di NTT. Kabupatennya berupa kepulauan dengan total 96 pulau. Namun, hanya 7 pulau yang berpenghuni dengan Pulau Rote sebagai yang paling besar.

Terdapat 10 kecamatan di Rote Ndao. Tiap kecamatan punya potensi dan tempat wisata yang beragam.

BACA JUGA: Pantai Eksotis di Rote Serasa Milik Sendiri

Bukan hanya soal alam, soal budaya di Rote juga menarik untuk dilihat. Salah satunya adalah pohon lontar yang disebut pohon kehidupan.

Pohon lontar, pohon kehidupan (Afif Farhan/detikcom)Pohon lontar, pohon kehidupan (Afif Farhan/detikcom)


"Mengapa disebut pohon kehidupan, sebab semua bagian pohon lontar dapat kita gunakan untuk kehidupan," ujar Jun Lau, salah seorang warga di Desa Oetutulu, Kecamatan Rote Barat Laut.

Pohon lontar bisa ditemukan di tiap sudut Kabupaten Rote Ndao. Hal paling utama dari pohon lontar yang digunakan oleh masyarakat Rote adalah getahnya atau biasa disebut air nira.

"Getahnya bisa dimasak dan dijadikan gula semut atau gula pasir. Itu digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita untuk memasak, serta untuk dijual," terang Jun Lau.

Memasak air nira untuk dijadikan gula semut (Afif Farhan/detikcom)Memasak air nira untuk dijadikan gula semut (Afif Farhan/detikcom)


Prosesnya dimasak sampai kental selama 3 jam. Kemudian dihaluskan dengan batok kelapa sampai halus dan teksturnya benar-benar seperti pasir.

(Afif Farhan/detikcom)(Afif Farhan/detikcom)


Namun, untuk mendapatkan air nira tersebut tidaklah mudah. Para pria harus memanjat pohon lontar setinggi 10 meter tanpa pengaman!

Memanjat pohon lontar (Afif Farhan/detikcom)Memanjat pohon lontar (Afif Farhan/detikcom)


Menurut Jun lau, hal itu sudah dilakukan sejak dulu hingga kini. Bahkan, sudah jadi pekerjaan sehari-hari para pria di Rote selain menjadi nelayan dan bertani di sawah.

"Gula semut bisa dijual sampai ke Kupang dan pulau-pulau lain. Bahkan, sampai ke Australia," terang Jun Lau.

Gula semut yang siap dipasarkan (Ari Saputra/detikcom)Gula semut yang siap dipasarkan (Ari Saputra/detikcom)


Apa lagi kegunaan pohon lontar?

"Daunnya dapat dijadikan bahan untuk topi Ti'i Langga dan alat musik sasando. Batang pohonnya sebagai pondasi untuk rumah," jawab Jun Lau.

Kehadiran Bank BRI pun membantu perekonomian masyarakat Rote, khususnya untuk memasarkan gula semut. Melalui UMKM dan program lainnya, gula semut ini juga bisa menjadi suvenir unik dari Rote.

"Betul, bisa buat oleh-oleh. Oleh sebab itu, sampai kapan pun pohon lontar adalah pohon kehidupan bagi kami," tutup Jun Lau.

BACA JUGA: Tempat Presiden Jokowi Cuci Muka di Ujung Selatan Indonesia

Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com



Simak Video "Ujung Tombak Ekonomi Perbatasan Indonesia-Australia"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA