Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Sep 2019 12:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sejarah Masjid Al Ukhuwah: Dulu Disebut 'Gedung Setan' Freemason

1

Asal Mula Sebutan 'Gedung Setan'

Halaman 2 dari 3

Loji Saint Jan. (Foto: Dony Indra Ramdhan/detikcom)

Seiring berjalannya waktu, masyarakat lebih mengenal Loji tersebut sebagai 'Gedung Setan'. Hal ini yang diungkapkan Us Tiarsa dalam memoar masa kecilnya, yang dia tulis dalam buku berjudul 'Basa Bandung Halimunan'.

Ariono mengaku tak sepakat dengan kata 'Gedung Setan'. Dia menilai kemungkinan Loji itu disebut 'Gedung Setan' pada dahulu kala lebih disebabkan pelafalan "Saint Jan" yang mirip dengan pengucapan "setan".

Sejarah Masjid Al Ukhuwah: Dulu Disebut 'Gedung Setan' FreemasonLoji Saint Jan. (Foto: Dony Indra Ramdhan/detikcom)

"Pendapat kami bukan gedung setan, itu bisa disebut markas perkumpulan. Mungkin karena sifatnya rahasia dan lebih sedikit orang lokalnya yang bisa masuk. Sama ada juga rumor ada prosesi penarikan arwah seperti yang ditulis Us Tiarsa padahal nggak tahu apa emang bisa? Itu dianggap perilaku musyrik, pemuja setan gitu, ya dianggapnya gedung setan, padahal itu Loji Freemason. Sama karena kita menduga-duga sebenarnya nggak tahu kegiatan apa yang dilakukan," tutur dia.

Di dalam buku Okultisme di Bandoeng Doloe juga diceritakan masa-masa kehancuran Loji itu. Hal itu bermula dari kedatangan Jepang ke Indonesia. Kelompok Freemasonry tak luput dari buruan para penjajah Jepang termasuk merampas kekayaan dan Loji tersebut. Sebagian dari anggota kelompok ada yang ditahan adapula yang menghadapi kematian.

Ketika penjajahan Jepang berakhir, kondisinya tak sama lagi. Anggota Freemasonry yang ditahan harus kembali membangun dari awal. Di tahun 1962 pascakemerdekaan, Soekarno membuat Keputusan Presiden nomor 264 yang melarang adanya kegiatan Freemasonry di Indonesia.

Bahkan setahun sebelum Kepres itu disahkan, Soekarno sudah memerintahkan agar Loji St. Jan dihancurkan. Setelah itu, Loji beralih fungsi menjadi gedung Graha Pancasila. Dikisahkan, ada seorang muslim yang lantas membeli bangunan itu sehingga kini dijadikan Masjid Al Ukhuwah yang berarti 'persahabatan'.

"Setelah Loji dijadikan gedung Pancasila. Salah satu kegiatannya ya pramuka," kata Ariono.

Sejarah Masjid Al Ukhuwah yang Dulu Disebut 'Gedung Setan'Masjid Al Ukhuwah di Bandung. (Foto: Dony Indra Ramdhan/detikcom)

Ariono mengungkapkan kemungkinan besar saat ini sudah tidak ada lagi jejak Loji di masjid tersebut. Komunitas Aleut pun yang biasanya menyusuri jejak sejarah di Bandung belum berencana untuk menelusuri ke sana karena kemungkinan besar jejaknya sudah tidak ada.

"Kalau mau ke sana, bisa dibilang sudah terlambat. Di masjid sudah nggak ada jejaknya. Kalau dulu waktu masih gedung Pancasila sih kemungkinan masih ada jejaknya," ucapnya.

(Halaman selanjutnya: Melongok Masjid Al Ukhuwah saat ini)

(rdy/krs)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA