Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Okt 2019 07:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Misterius Pulau Paling Selatan Indonesia

Afif Farhan
detikTravel

Halaman 1 dari 4

Bentang alam di Pulau Ndana (Afif Farhan/detikcom)
Bentang alam di Pulau Ndana (Afif Farhan/detikcom)

Rote - Mungkin kamu belum pernah dengar tentang Pulau Ndana. Pulau paling selatan Indonesia yang begitu indah namun juga punya banyak kisah misteri.

Beberapa waktu lalu, detikcom berkeliling Kabupaten Rote Ndao di NTT. Kabupatennya berupa kepulauan dengan total 96 pulau. Namun, hanya 7 pulau yang berpenghuni dengan Pulau Rote sebagai yang paling besar.

Salah satu pulau yang lokasinya di paling selatan Indonesia adalah Pulau Ndana. Pulau yang tak berpenghuni, hanya ditempati sekitar 30-an tim Satgas Pengamanan Pulau Terluar dari kesatuan TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL).

BACA JUGA: Terima Kasih Sudah Menjaga Titik Paling Selatan Indonesia

Pulau Ndana bisa dikunjungi wisatawan. Asal, wisatawan melapor dulu pada tim Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Pantai Oeseli, Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya. Baru setelah itu menyewa kapal nelayan setempat untuk tiba di Pulau Ndana sekitar 1 jam.

"Pulau Ndana, percaya tidak percaya menyimpan banyak misteri," kata Frengky, pemandu kami.

Misteri di Pulau Ndana dimulai dari perjalanan ke sana. Silakan tanya kepada orang-orang di Rote, hanya orang asli Desa Oeseli yang bisa membawa perahu berlayar ke Pulau Ndana. Kalau bukan orang aslinya, pasti perahu akan tenggelam.

"Sudah banyak kejadian perahu tenggelam di sana. Gelombangnya sangat besar dan katanya ada pusaran air, sehingga hanya orang-orang Desa Oeseli yang bisa berlayar ke Pulau Ndana," terang Frengky.

Gelombang yang sejajar dengan perahu kami (Afif Farhan/detikcom)Gelombang yang sejajar dengan perahu kami (Afif Farhan/detikcom)


Saat perahu berlayar, saya benar-benar merasakan gelombang yang besar. Gelombangnya terlihat jelas, yang mana posisi air sejajar dengan badan perahu. Sehingga, kami menaiki gelombang tersebut dan rasanya seperti terombang-ambing hebat!

Sesekali badan terciprat oleh air laut. Kami semua pegangan kencang ke badan kapal, hanya nelayan kami saja yang terlihat santai.

Makin mendekati Pulau Ndana, jelas terlihat ombak-ombak besar. Bisa 4 meter tingginya!

Ombak-ombak di sekitar Pulau Ndana (Afif Farhan/detikcom)Ombak-ombak di sekitar Pulau Ndana (Afif Farhan/detikcom)


"Banyak juga lho turis mancanegara ke Pulau Ndana untuk surfing, karena ombaknya bagus menurut mereka," kata Frengky.

Perjalanan 1 jam ke Pulau Ndana rasanya begitu menegangkan. Bak seperti mendatangi pulau antah-berantah yang dikelilingi banyak tantangan.

Untuk diketahui, perahu tidak bisa mengambil arah lurus saat hendak tiba di Pulau Ndana. Perahu harus berputar mengitar pulaunya sampai ke bagian belakang.

Tapi ceritanya belum selesai sampai di situ...

(Halaman selanjutnya, penuturan tim Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Ndana) (aff/aff)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA