Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 18 Okt 2019 17:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Vihara Bernuansa Papua di Sorong Ini Asyik untuk Lihat Sunset

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Vihara Buddha Jayanti di Sorong (Randy/detikcom)
Vihara Buddha Jayanti di Sorong (Randy/detikcom)
Sorong - Apabila liburan ke Sorong dan ingin mencari rumah ibadah sekaligus spot sunset saat senja, maka Vihara Buddha Jayanti tempatnya. Inilah vihara dengan sentuhan Papua.

Berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.49, Klakublik, Kota Sorong, Vihara Buddha Jayanti tegak berdiri di atas bukit. Kehadirannya menjadi warna di tanah Papua yang mayoritas dihuni oleh umat nasrani.

Berjalan sedikit mendaki dari jalan utama, traveler akan disambut oleh panorama pagoda tingkat tujuh yang sekilas mengingatkan kita akan Pagoda Avalokitesvara atau Watugong di daerah Ungaran, Semarang. Beruntung, detikcom sempat mampir ke vihara yang satu ini saat berkunjung ke Sorong, Kamis (18/10/2019) kemarin.

Saat itu, udara siang tengah terik-teriknya. Pesawat yang delay membuat kedatangan saya ke tempat ini sedikit terlambat. Tiba di lokasi, saya dan rombongan pun segera memarkirkan kendaraan di area parkir vihara yang terbilang cukup luas.

Pagoda tingkat tujuh yang jadi ikon vihara (Randy/detikcom)Pagoda tingkat tujuh yang jadi ikon vihara (Randy/detikcom)

Keluar dari kendaraan, pengunjung pun diwajibkan melakukan registrasi serta membayar uang retribusi senilai Ro 10 ribu per orang. Bagi pengunjung yang ingin bersembahyang atau yang beragama Buddha, juga bisa membeli dupa di area yang sama.

Beres registrasi dan membayar uang retribusi, saya pun pertama kali mendatangi pagoda yang menjadi ikon tingkat tujuh yang jadi ikon vihara ini. Walau dikunci, tampak jelas patung Buddha serta peralatan ibadah di dalamnya.

Namun, yang paling menarik adalah hiasan di area luar pagoda tersebut Tampak menghiasi langit-langit pagoda yang didominasi warna merah, sejumlah ukiran kayu bernuansa Papua yang menghiasinya. Jelas terlihat adanya akulturasi budaya serta toleransi di dalamnya.

Panorama Teluk Sorong di kejauhan (Randy/detikcom)Panorama Teluk Sorong di kejauhan (Randy/detikcom)

Beranjak dari pagoda, saya pun melangkahkan kaki menuju area ibadah Vihara Buddha Jayanti yang ternyata berada di atas barisan anak tangga. Dalam perjalanan menuju vihara, mata sungguh dimanjakan dengan panorama teluk Sorong dari ketinggian. Langit biru nan cerah pun menjati latar belakangnya.

Setibanya di atas, sampailah kami di ruang ibadah utama. Di dindingnya tertulis, kalau Vihara Buddha Jayanti diresmikan tahun 1988. Adapun inisiatifnya sudah ada jauh lebih dulu.

Hanya karena berhubung ini adalah tempat ibadah, ruang utama pun digembok dan hanya dibuka pada waktu ibadah saja. Namun, pengunjung pun masih dapat melihat keindahan interior vihara dari balik jeruji yang juga berwarna merah.

Jangan lupa registrasi dan bayar uang retribusi sejumlah Rp 10 ribu (Randy/detikcom)Jangan lupa registrasi dan bayar uang retribusi sejumlah Rp 10 ribu (Randy/detikcom)

Tepat di depan vihara dapat dijumpai wadah dupa yang menghadap laut. Di sisi kirinya ada lonceng atau genta suci dharma, sedangkan di sisi kanan terdapat tambur suci dharma yang menjadi rekannya. Tak jauh dari tambur, duduk sebuah patung Buddha berwarna emas yang ikonik.

Bagi traveler pecinta sunset, spot ini pun disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Sorong untuk melihat matahari terbenam. Hanya kamu tak boleh lupa, bahwa ini merupakan tempat ibadah yang harus dihormati.

Puas melihat vihara dan Sorong dari ketinggian, saya pun kembali turun ke area parkir. Oh iya, jika ingin kamu juga bisa membeli berbagai suvenir hingga softdrink di area pendaftaran. Wajib masuk ke list kamu kalau tengah berkunjung ke Sorong.




Simak Video "Video Lapas Sorong Terbakar, Kemenkumham: Provokasi Pendemo"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA