Puncak Festival Taliwang berlangsung di Bentiu pada Rabu (20/11). Event ini menjadi bagian dari perayaan hari lahir Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ke-16 yang digelar mulai 13 hingga 24 November 2019.
Pihak terkait bersatu mengusung semangat pelestarian dan pengembangan nilai budaya kearifan lokal. Event ini memiliki potensi yang cukup kuat untuk mengangkat citra dan reputasi pariwisata daerah, termasuk menggerakkan partisipasi dan roda perekonomian daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pegiat budaya Sumbawa, Fathi Kemas yang juga berperan sebagai koordinator pemusik pada pertunjukan tari Pesona Lumpur Taliwang menjelaskan tentang prosesi puncak event tersebut.
Foto: Dok. Pemkab KSB |
Pagelaran seni tari itu melibatkan 440 penari dan 64 pemusik lokal. Event ini digagas oleh Disbudpar Kabupaten Sumbawa Barat dengan melibatkan tim kreatif dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Eko Pece bertindak sebagai koreografer dan menyajikan 4 tarian yang dibawakan dari panggung yang terbuat dari lumpur. Empat tarian yang ditampilkan itu adalah Tari Barapan Kebo, Kolong, Benteng Berinas, dan Kareng.
"Koreografernya Dr Eko Supriyanto atau lebih dikenal dengan Eko Pece. Dosen di ISI Surakarta. Beliau termasuk koreografer Asean Games tahun kemarin dan pernah jadi koreografer penyanyi Madonna," jelas Fathi Kemas.
Foto: Dok. Pemkab KSB |
Tarian Benteng Barinas menceritakan perjuangan rakyat Taliwang di masa pendudukan Belanda. Adalah Undru yang bernama lengkap La Sinrang Dea Mas Manurung menjadi raja saat itu. "Undru asli Sumbawa, tapi keturunan Makassar. Manurung dipanggil Undru," tuturnya.
Ada sepasukan perempuan yang membantu Undru dan dipimpin oleh istrinya. Pasukan ini membantu Undru dalam suplai makanan dan lain-lain. Mereka juga dibekali dengan ilmu bela diri.
Keempat tarian yang dipersembahkan dalam Festival Taliwang diangkat dari akar budaya masyarakat setempat seperti Tari Barapan Kebo yang terinspirasi dari kegiatan Barapan Kerbau. Tari Kolong yang bersumber dari kegiatan ibu-ibu yang mengambil air untuk berbagai keperluan rumah tangga.
Baca juga: Mungkin Ini Spot Snorkeling Terbaik dari NTB |
Foto: Dok. Pemkab KSB |
"Tari Benteng Barinas seperti yang saya jelaskan tadi. Tari Kareng, merupakan tari yang terilhami dari kegiatan membajak sawah menggunakan kareng dan kerbau. Kareng adalah alat yang dipakaikan ke kerbau sebagai tempat berpijak orang Sumbawa dalam membajak sawah dan barapan kerbau," papar Fathi.
Banyak alat musik daerah Sumbawa yang ditampilkan, seperti gong genang, malangko, ratob, ulan, saketa, sakeco, gero ho ham ho ham, bakelong, dan lain-lain.
(msl/msl)















































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama