Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Des 2019 15:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Membuat Bandung Benar-benar Menjadi Kota Asia Afrika

Wisma Putra
detikTravel
Foto: The Great Asia Africa (Wisma Putera/detikcom)
Bandung Barat - Bandung dikenal dengan peristiwa bersejarah konferensi Asia Afrika. Peristiwa pada tanggal 18 sampai 24 April 1955 itu diabadikan di Museum Asia Afrika .

Berangkat dari cerita sejarah itu, obyek wisata The Great Asia Africa Lembang dibangun. Hal tersebut dilakukan agar wisatawan mengetahui peristiwa sejarah, serta bisa mengenal sejumlah negara di Asia dan Afrika.

"Pariwisata terjadi dan membuat kuat adalah kultur atau budaya," kata Owner The Great Asia Africa Lembang Perry Tristianto kepada detikcom, Minggu (6/12) lalu.

Foto: (Wisma Putera/detikcom)
Perry mengungkapkan, selain dikenal sebagai kota kembang, Bandung juga dikenal sebagai Kota Asia Afrika.

"Kulturnya di sini apa? Ya Bandung kan kotanya Asia Afrika di sini kami buat Asia Afrika. Di sini ada tentang Asia dan Afrika," ungkapnya.



Perry berujar, obyek wisata itu dibuat karena ingin menonjolkan Bandung sebagai kota Asia Afrika nya.

"Pengen ditonjolkan yaitu Bandung dan kota Asia Africa, kita ingin kembali lagi ke sana. Tempat-tempat di Asia dan Afrika," ujarnya.

Perry menyebut, dibutuhkan waktu satu setengah tahun untuk membuat obyek wisata ini memiliki bangunan-bangunan tradisional yang ada di tujuh negara Asia dan Afrika.


Selain itu, Perry mengatakan, The Great Asia Afrika itu dibuat karena dirinya ingin menghidupkan kembali obyek-obyek wisata yang ada di kawasan Lembang.

"Kenapa kita bikin ini, masalahnya sudah dua tahun kunjungan wisatawan ke Lembang ini menurun sekali. Menurunnya karena apa? Karena tidak ada yang baru," jelasnya.

Foto: (Wisma Putra/detikcom)
Menurutnya, ketika The Great Asia Africa dibangun, obyek wisata yang ada di Lembang lainnya kembali hidup.

"Kita bikin di Lembang ini yang baru untuk menghidupkan yang lama, sehingga wisatawan datang lagi," tuturnya.

Simak Video "Sisa-sisa Kampung Gajah, Wahana Rekreasi yang Ditinggalkan"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA