Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 23 Feb 2020 11:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Begini Pengelolaan Sampah di Desa Panglipuran Bali, Desa Terbersih di Dunia

Angga Riza
detikTravel
Desa Panglipuran Bali
Desa Panglipuran di Bali amat menjaga kebersihan lingkungannya (Foto: Angga Riza/detikcom)
Bangli -

Bali memang kaya akan wisata berbagai macam destinasi wisata ada di Bali. Bagi traveler yang ingin berwisata ke Bali mungkin tempat yang satu ini bisa menjadi tempat pilihan untuk dikunjungi saat di Bali.

Panglipuran Village yang berada di Kabupaten Bangli ini merupakan salah satu desa terbersih di dunia. Desa Panglipuran dikukuhkan sebagai desa terbersih dunia sejak tahun 2016 melalui polling pengunjung di media sosial.

"Desa wisata Panglipuran atau desa adat disebut salah satu desa terbersih di dunia itu sesungguhnya tidak berdasarkan nama tetapi menurut perkiraan saya bahwa para pengunjung itu dipolling untuk memilih beberapa destinasi yang dalam hal ini terkait dengan kebersihan. Ini pun saya tau dari sebuah media sosial yang saya sendiri baca di website 2016 bahwa ada tiga desa di dunia yaitu Penglipuran untuk mewakili Indonesia kemudian ada di Belanda dan di India," kata Ketua Pengelola Desa Panglipuran I Nengah Moneng kepada detikcom saat ditemui, Sabtu (22/2/2020).

Begini Pengelolaan Sampah di Desa Panglipuran Bali, Desa Terbersih di DuniaFoto: Angga Riza/detikcom

Sementara itu, para warga yang bertempat tinggal di desa Panglipuran ini sudah menyepakati pengelolaan sampah dengan pemisahan sampah. Desa Panglipuran sendiri sudah dari para leluhur untuk melakukan kebersihan.

" Kami mengelola sampah ini tentu dengan kerjasama yang di dalam ada sebuah sistem yang ini merupakan kepribadian yang mana para leluhur kami terbiasa untuk bersih dan tentu tidak kami saja yang melakukan kebersihan itu, tentu kami juga melibatkan pihak pihak dalam hal ini pemerintah," pungkas Moneng.

"Secara sederhana kami melaksanakan kebersihan pertama di masing-masing rumah tangga sampah harus dipisahkan menjadi tiga yaitu pertama sampah yang akan di olah menjadi kompos sampah organik, yang kedua sampah plastik kertas dan sejenisnya yang dijual oleh ibu-ibu PKK kepada bank sampah yang ketiga sampah yang lainya itu sisa pertama dan kedua itu dibuang ke TPA dalam hal ini diambil oleh dinas kebersihan tata kota yang sekarang mungkin disebut Dinas Lingkuhan Hidup (DLH)," sambung Moneng.

Begini Pengelolaan Sampah di Desa Panglipuran Bali, Desa Terbersih di DuniaFoto: Angga Riza/detikcom

Selain itu, para masyarakat sekitar juga sudah menyepakati limbah kapur cair tidak diperkenankan untuk di buang di tempat pembuangan. Harus melalui Sepiteng.

"Setiap pagi diambil sehingga sampah itu yang ada di rumah tangga yang kita sepakati di pilah menjadi tiga dan untuk limbah kapur cair itu tidak boleh di bawa ke tempat tempat pembuangan, di jalan atau tempat umum itu harus dibuatkan sepiteng di TPA di masing masing rumah," tutur Moneng.



Simak Video " Duh! 60 Kg Sampah Diangkut dari Air Terjun Moramo di Sultra"
[Gambas:Video 20detik]
(/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA