Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Jun 2020 10:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Katanya Fakfak Punya Makam Putri Duyung

Bonauli
detikTravel
Pulau Ota makam putri duyung di Fakfak
Pulau Ota (dok Istimewa/Hari Suroto)
Fakfak -

Kabupaten Fakfak di Papua Barat punya sebuah pulau misterius. Konon di sanalah tempat peristirahatan terakhir putri duyung.

Namanya Pulau Ota di Teluk Berau, Distrik Mbahamdandara, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Masyarakat menyebutnya sebagai Pulau Putri.

Ada kisah dari balik julukan ini. Pulau karang kecil ini tak berpenghuni dan disakralkan oleh penduduk Teluk Berau.

Di sebuah tebingnya terdapat ceruk yang menjadi titik penting cerita ini. Dengan sedikit tanah datar, cerukan ini katanya berisi sebuah makam putri duyung.



Hal ini dibuktikan dengan beberapa tengkorak manusia dan dayung perahu yang ditemukan di sana. Namun semuanya tergeletak begitu saja. Hanya putri duyung yang dibuatkan makam.

Pulau Ota makam putri duyung di FakfakPulau Ota makam putri duyung di Fakfak Foto: (dok Istimewa/Hari Suroto)



Dari cerita yang diturunkan, putri duyung ini adalah seorang perempuan yang amat cantik. Rambutnya panjang dan tergerai indah. Tapi bagian bawah tubuhnya berupa ikan.

"Putri duyung ini ceritanya hidup di laut. Tulang-tulang putri duyung dikumpulkan dan dimakamkan di situ," ujar Hari Suroto, Peneliti dari Balai Arkeologi Papua.

Meski dibilang mitos, namun keberadaan makam ini tak bisa diabaikan begitu saja. Ada pantangan yang tak boleh dilanggar oleh siapa pun yang lewat.

Pulau Ota makam putri duyung di FakfakPulau Ota makam putri duyung di Fakfak Foto: (dok Istimewa/Hari Suroto)



"Kalau lewat pulau ini tak boleh berbicara kotor dan harus pelan-pelan," ungkapnya.

Jika melanggar, penduduk percaya akan tertimpa musibah saat melaut. Yang paling sering didengar adalah cuaca laut yang berubah jadi gelap atau timbul ombak besar.

Kisah ini dikaitkan dengan banyaknya dugong yang hidup di Perairan Teluk Berau. Mamalia ini menjadi penyelamat nelayan yang tenggelam karena kecelakaan perahu.

Dulu masyarakat percaya bahwa dugong adalah jelmaan manusia yang suka menolong nelayan. Sehingga tak ada penduduk yang berani untuk memburunya.

"Zaman dulu belum ada mesin tempel untuk perahu sedangkan hidup masyarakat bergantung pada laut. Tengkorak dan dayung di Pulau Putri dijadikan pengingat akan keselamatan di saat berada di laut," pungkasnya.



Simak Video "Polri: Prioritas Saat Ini Pemulihan Situasi di Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA