Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Jun 2020 16:51 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

11 Destinasi Wisata di Tawangmangu (Bagian II)

Femi Diah
detikTravel
Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang, Karanganyar, Senin (31/12/2018).
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Tawangmangu -

Tawangmangu di Karanganyar, Jawa Tengah tengah trending di dunia maya saat ini. Daerah ini memiliki cukup banyak spot wisata. Hawa sejuk di daerah itu dan beragam pilihan penginapan menjadikannya tempat wisata favorit bagi pelancong.

Tawangmangu merupakan kawasan paling timur Kabupaten Karanganyar, yang dulu masuk Keresidenan Surakarta. Lokasi itu berbatasan dengan Megetan, Jawa Timur dan menjadi salah satu jalur untuk potong jalur ke Jatim. Tapi, jalanan berkelok dan tanjakan membuat mereka yang cuma ingin melintas lebih memilih melewati Sragen untuk menuju kota-kota di Jatim. Untuk yang melancong dan ingin jalan-jalan santuy, Tawangmangu akal jadi pilihan.

Sebagai tempat dengan ketinggian yang lumayan, di kaki Gunung Lawu, Tawangmangu memiliki udara sejuk. Kawasan itu juga sudah dibangun sebagai tempat untuk pelesiran sejak zaman Belanda.

Tapi, moda transportasi tak banyak tersedia bagi pelancong dari Solo. Hanya ada bus dari Terminal Tirtonadi di Solo untuk menuju Tawangmangu.

Padahal destinasi wisatanya amat beragam. Air terjun Grojogan Sewu, Taman Wisata Balekambang, Bukit Sekipan, Pasar Tawangmangu yang menawarkan aneka buah lokal dan jadah bakar, juga Lawu Park, dan Cemoro Kandang sebagai titik start pendakian Gunung Lawu dan terdapat Bukit Sakura.

Di dekat-dekat Tawangmangu pun tersedia cukup banyak pilihan wisata. Di antaranya Kebun Teh Kemuning, juga Candi Cetho, Candi Sukuh, dan Rumah Atsiri Indonesia.

Berikut 11 destinasi wisata di Kecamatan Tawangmangu bagian kedua:


6. Cemoro Kandang


Cemoro Kandang cukup akrab di telinga pendaki gunung. Desa itu merupakan start pendakian ke Gunung Lawu.

Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang, Karanganyar, Senin (31/12/2018).Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang, Karanganyar, Senin (31/12/2018). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom



Tapi sejak Juni 2018, Cemoro Kandang juga memiliki Bukit Sakura. Bukit Sakura, yang berada di atas tanah milik Perhutani itu menyuguhkan tanaman khas Jepang, bunga sakura.

Tempat wisata itu dilengkapi dengan panggung untuk berfoto dengan view bukit dengan hutan yang masih hijau. Selain menawarkan pemandangan yang indah, pelancong di Bukit Sakura bisa menjajal outbond dan kemping.


7. Bukit Mongkrang

Bukit Mongkrang merupakan destinasi wisata yang baru dibuka tahun lalu. Bukit Mongkrang menjadi salah satu tujuan pendakian yang cocok untuk pemula.

[Gambas:Instagram]





Bukit Mongkrang terletak di sisi selatan Gunung Lawu. Tepatnya, di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Pendakian bisa dimulai dari Telogo Dlingo, dekat Cemara Kandang.

Bukit ini memiliki area unik berupa hamparan ilalang. Cuma butuh hiking tak lebih dari dua jam untuk bisa mencapai puncaknya. Dari bukit ini, pelancong bisa berfoto dengan latar Gunung Lawu.


8. Rumah Atsiri Indonesia

Rumah Atsiri Indonesia berada di Plumbon, Tawangmangu yang menawarkan wisata edukasi tentang tanaman-tanaman asiri, jenis tanaman aromatik yang dapat difungsikan untuk relaksasi hingga membantu pengobatan, dan cara pengolahannya.

Wisata Relaksasi di Rumah Atsiri TawangmanguWisata Relaksasi di Rumah Atsiri Tawangmangu Foto: (dok Rumah Atsiri Indonesia)


Produk turunan yang dihasilkan dari tanaman asiri ialah minyak aromaterapi, minyak essentials atau minyak murni, lilin aromatik dan bibit tanaman. Aroma dapat dipilih berdasarkan fungsi yang dibutuhkan.

Terdapat lebih dari 80 jenis tanaman asiri yang menjadi koleksi Rumah Atsiri. Misalnya lavender, serai, pala, cengkeh, mawar dan kenanga.

Rumah Atsiri Indonesia awalnya merupakan sebuah pabrik penyulingan minyak asiri atas kerja sama Indonesia-Bulgaria yang bernama Citronella. Pabrik berdiri pada 1963, akhir masa orde lama.

Masa orde baru, pabrik mangkrak dan sempat berpindah tangan. Kini Rumah Atsiri dikelola oleh PT Rumah Atsiri Indonesia. Objek wisata ini dibuka untuk umum pada Mei 2018.


9. Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani merupakan sebuah salah satu tempat wisata do Tawangmangu yang cukup sakral. Tapi, tempat ini lebih banyak dikunjungi mereka yang melakukan ritual tertentu ketimbang untuk berfoto.

[Gambas:Instagram]




Di Air terjun Pringgodani ini dikenal dengan keberadaan petilasan atau pertapaan Pringgondani. Petilasan itu milik Eyang Kacanegara. Di sebelahnya ada juga mata air sendang pengantin yang juga disakralkan.

Air terjun Pringgodani ini istimewa dengan memiliki dua tingkatan dan sangat tinggi. Bahkan, tingginya mencapai lebih dari 100 meter.

Lokasi Air Terjun Pringgodani ini sendiri berada di Desa Blumbang, yaitu sekitar 4 kilometer dari Terminal Tawangmangu. Untuk mencapai lokasi air Terjun Pringgodani, traveler harus hiking sekitar 2 km dengan muka tanah yang cukup terjal.


10. Telogo Asmoro

Telogo Asmoro berada di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu atau berada di selatan Grojjogan Sewu. Desa ini memiliki berderet-deret tanaman hias di setiap rumah warganya.

[Gambas:Instagram]





Telogo Asmoro memiliki ukuran yang tak terlalu besar, yakni 10x20 meter, namun airnya yang sangat jernih. Telaga ini memiliki kedalaman 1,5 meter makanya cukup aman untuk berenang anak-anak hingga pengunjung dewasa.

Nama Telogo Asmoro hanya sebuah doa saja, semoga dalam hati punya rasa welas asih. Di area Telogo Asmoro memiliki fasilitas cukup komplet, dari toilet, gazebo, mushola, dan kantin.


11. Situs Purbakala Menggung


Situs purbakala Menggung juga berada di Desa Nglurah, kecamatan Tawangmangu. Kawasan wisata yang digunakan sebagai tempat pemujaan kuno itu kini dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Di situs purbakala Menggung terdapat tiga punden berundak. Di teras pertama adalah pintu gerbang yang ditandai dengan dua arca yang disebut disebut dwarapala.

Teras kedua adalah halaman situs yang berupa hamparan tanah dengan dua patung. Keunikan situs ini terdapat sebuah pohon raksasa dengan lingkar pohon sekitar 10 meter. Sebenarnya pohon ini terdiri dari dua pohon yang menyatu, yakni pohon preh dan pohon kantil. Di bawah pohon juga terdapat patung perempuan yang kepalanya telah terpenggal yang konon adalah patung Nyi Rasa Putih, warga setempat.

Yang ketiga, terdapat dua patung yang berukuran lebih besar dan masih utuh. kabarnya, jika pengunjung fokus memperhatikan dua patung tersebut, patung itu akan tampak hidup.



Simak Video "Pengelola Wisata Grojogan Sewu Terapkan Protokol Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA