Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 24 Jun 2020 12:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ini Pulau Pasaran, Tampak Kumuh Tapi Inilah Pusat Ikan Teri Indonesia

Geandre Destrian
detikTravel
Pulau Pasaran penghasil ikan teri
Pulau Pasaran, Lampung (Foto: Geandre Destrian/d'Traveler)
Jakarta -

Pulau Pasaran adalah sebuah pulau buatan yang berada di kota Karang, Teluk Betung. Anda bisa menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Tanjung Karang.

Pulau Pasaran merupakan sentra pembuatan ikan asin di Lampung. Untuk ke pulau Pasaran sendiri bisa menyebrang menaiki perahu.

Pulau Pasaran luasnya hanya sekitar 12 hektar. Secara administratif kawasan masuk di wilayah kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandarlampung.

Dengan daratan, pulau ini hanya dipisahkan oleh pantai yang dangkal dengan jarak kurang dari 5 kilometer. Kapal motor menjadi satu-satunya alat transportasi untuk mencapai pulau ini dengan tarif sebesar Rp 3.000 per orang untuk sekali jalan.

Kapal motor juga bisa dicarter dengan ongkos sebesar Rp 10 ribu sekali jalan.

Pulau Pasaran penghasil ikan teriPulau Pasaran penghasil ikan teri Foto: Geandre Destrian/d'Traveler

Dilihat dari atas ketinggian di kota Bandar Lampung, pulau Pasaran hanya tampak seperti sepetak tanah kumuh. Dari jarak dekat, Desa Pulau Pasaran juga tampak kumuh dan kurang tertata.

Namun, banyak masyarakat di Lampung yang belum tahu di balik kekumuhan itu terdapat potensi ekonomi yang luar biasa.

Ya, tiap tahun total nilai produksi ikan teri pulau Pasaran tak kurang dari Rp 108 miliar. Itu adalah hasil penjualan teri belasan ribu ton per tahun.

Pulau Pasaran penghasil ikan teriPulau Pasaran penghasil ikan teri (Foto: Geandre Destrian/d'Traveler)

Dengan produksi sebesar itu, sumbangan kelurahan Pulau Pasaran bagi perekonomian di Bandar Lampung tidaklah kalah dengan beberapa kelurahan yang tergolong elit.

Meskipun wilayahnya terisolasi dari wilayah lain di Kota Bandar Lampung, para nelayan pulau Pasaran tetap bersyukur. Itu karena ikan teri yang menjadi andalan hidup sebagian besar warga berlimpah.

Posisi pulau Pasaran yang berada di daerah teluk membuat ikan teri tersedia sepanjang tahun. Ini berbeda dengan teri di kawasan Labuhan Maringgai, Pesisir Ranggai di Lampung Timur atau Kalianda dan Ketapang di Lampung Selatan.

Meskipun begitu, jumlah tangkapan ikan teri masih dipengaruhi oleh angin. Ketika angin utara berhembus kencang, misalnya, nelayan pulau Pasaran tidak mau melaut karena gelombang tinggi dan dipastikan produksi teri dari Pulau ini akan turun.

Stok ikan teri yang cukup di perairan yang mengitari wilayah pulau membuat kelurahan kecil yang dengan Kota Bandar Lampung dipisahkan oleh laut itu tercatat sebagai salah satu penghasil ikan teri terbesar di Indonesia.

Bahkan, pasokan ikan teri di seluruh Indonesia berlabel teri medan pun sebagian di antaranya berasal dari pulau Pasaran. Artinya, pulau Pasaran yang menghasilkan, Medan yang mendapatkan promosi.

Sebagian besar penduduk pulau Pasaran berprofesi sebagai pengolah ikan asin. Para tetua desa mengaku pengolahan ikan asin di pulau Pasaran sudah ada sejak tahun 1960-an.

Sampai 2003, pengolahan ikan teri dilakukan secara tradisional. Para pengolah hanya menunggu kiriman ikan teri hasil tangkapan para nelayan dari bagan. Cara seperti itu menyebabkan ikan teri yang semula segar turun kualitasnya.

Mulai 2004 para pengolah ikan teri mengubah cara pengolahan. Begitu membeli ikan teri dari bagan, para pengolah langsung membawanya pulang dengan kapal dan langsung diolah di atas kapal. Dengan cara itu kualitas ikan teri produksi pulau Pasaran menjadi lebih baik.

---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Geandre Destrian dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Terbang Paralayang di Tebing Curam, Lampung"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA