Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Agu 2020 08:42 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Cerita Hotel di Bali Jadi Tempat Berteduh Turis Berbulan-bulan

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Fashion Hotel Legian
Fashion Hotel Legian (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Denpasar -

Hotel sepi tamu menjadi cerita saat pandemi virus Corona ini. Tapi, Fashion Hotel Legian justru ramai pelanggan karena menjadi tempat berteduh bagi turis selama berbulan-bulan.

Hanya sedikit hotel di kawasan Legian, Bali yang mampu bertahan, Fashion Hotel salah satunya. Erwin Rachman, Hotel Manager Fashion Hotel Legian, menjelaskan keadaan selama pandemi di sana.

"Satu dari sedikit hotel yang masih buka selama pandemi. Ada lebih dari 11 penginapan. Semenjak Nyepi sudah sepi di bulan Maret," kata Erwin.

"Di titik terendah hanya 5-10 kamar per hari. Di awal-awal pandemi malah hanya 2-5 kamar," dia menjelaskan.

Pandemi membuat sebagian turis atau ekspatriat harus bertahan lebih lama di Bali. Dan, Fashion Hotel Legian menerima tamu yang tinggal berbulan-bulan di kamarnya.

"Ada tamu memutuskan tetap tinggal di Bali, long stay. Ada yang empat bulan," kata Erwin. Selebihnya, tamu yang menginap di Fashion Hotel Legian adalah warga Bali hingga Jawa Timur yang ingin merasakan staycation.

Berapa harga kamar Fashion Hotel Legian saat ini? Erwin menyebut harga kamarnya diawali dari harga Rp 250 ribu termasuk sarapan dan ada harga khusus untuk kamar deluxe dan suite.

Fashion Hotel LegianFashion Hotel Legian (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Apakah Fashion Hotel Legian melakukan efisiensi?

Efisiensi yang paling diutamakan oleh Fashion Hotel Legian, yakni dalam penggunaan listrik. Penggunaan listrik dari rata-rata Rp 4 juta per malam menjadi Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta per malam.

"Dulunya listrik per bulan bisa Rp 140 juta. Sekarang Rp 48 juta, ini beban minimum dari PLN," ujar Erwin.

Erwin dan timnya harus menghitung beban tertinggi penggunaan listrik, mulai dari penggunaan pompa dan alat listrik lainnya. Alat-alat ini dipilah hingga didapat dinyalakan di luar beban puncak PLN.

"Karyawan juga masih bekerja semua. Karena dukungan dari perusahaan induk sangat besar," dia menegaskan.

Efek Lain Pandemi >>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pariwisata Bali Dibuka, Wagub Bali Sambut Wisatawan Domestik"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA