Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Sep 2020 14:09 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal 5 Bangunan Bersejarah Siti Inggil di Keraton Kasepuhan

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Keraton Kasepuhan Cirebon
Foto: (Tasya Khairally/detikcom)
Cirebon -

Keraton Kasepuhan masih menyimpan sejarah dan budaya kota Cirebon. Memiliki luas 25 hektar, terdapat lima bangunan unik berada di bagian depan Keraton

Sejumlah lima bangunan tanpa dinding berada di dalam komplek Siti Inggil yang memiliki arti tanah yang ditinggikan. Didirikan pada tahun 1529 masa pemerintahan Syeikh Syarif Hidayatullah, Siti Inggil memiliki dua gapura dengan motif bentar bergaya arsitek zaman Majapahit.

Keraton Kasepuhan CirebonGapura Foto: (Tasya/detikcom)

Bangunan pertama bernama Mande Malang Semirang yang merupakan tempat duduk Sultan dan keluarga. Uniknya, bangunan ini memiliki arsitektur hindu dengan nilai filosofi islam.

"Jumlah tiang di tengahnya ada 6 tiang disimbolkan dari rukun iman," kata Kepala Bagian Pemandu Keraton Kasepuhan Cirebon, Raden Muhammad Hafid Permadi.

Keraton Kasepuhan CirebonMande Malang Semirang Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

"Sekelilingnya ada 14 tiang, bila digabungkan bangunan di sini ada 20 tiang diambil dari sifat Allah yang 20, wajib kira pelajari kita pahami," tambah Hafid.

Di sebelah timur, ada bangunan bernama Mande Semar Tinandu. Memiliki dua tiang yang berarti dua kalimat syahadat, konon, Mande Semar Tinandu merupakan tempat duduk penghulu keraton dan kepala kaum masjid.

"Tempat duduk penasehat duduk di sebelah timurnya namanya Mande Semar Tinandu jumlah tiangnya dua sebagai simbol dua kalimat syahadat, tempat duduknya mufti," kata Hafid.

Keraton Kasepuhan CirebonMande Semar Tinandu Cirebon Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

Selanjutnya, ada Mande Pandawa Lima. Sesuai namanya, bangunan ini memiliki lima tiang sebagai simbol rukun Islam. Mande Pandawa Lima merupakan tempat duduk para pengawal sultan.

Ada pula bangunan yang memiliki delapan tiang bernama Mande Pengiring. Ada empat tiang di tengah dan empat tiang di pojok. Bangunan ini menjadi tempat duduk para pengiring Sultan, para hakim dan jaksa apabila ada persidangan atau pengadilan.

"Jumlah tiang-tiangnya ada empat dari empat penjuru mata angin. Di luarnya ada 4 lagi sebagai simbol di alam semesta ini ada penggabungan dari empat unsur api, angin, air dan tanah," tambah Hafid.

Bangunan kelima yaitu, Mande Karasemen yang menjadi tempat perangkat gamelan atau kesenian. Biasanya, pada Idul Fitri atau Idul Adha di dalam pementasan gamelan.

Keraton Kasepuhan CirebonKeraton Karasemen Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

"Sebelah baratnya, Mande Karasmen, tempat dipentaskannya gamelan sekaten setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha," tambah Hafid.

Itu dia lima bangunan Siti Inggil yang ada di Keraton Kasepuhan traveler. Di sini kamu bisa mengulik sejarah dengan cara yang menyenangkan.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA