Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 04 Okt 2020 09:46 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Konon, Air Terjun Ini Dikatakan Paling Indah di Pulau Jawa

Yudi Wiranata
detikTravel
Air terjun tumpak sewu
Foto: (Yudi Wiranata/d'travelers)
Jakarta -

Lumajang, kota yang berbatasan langsung dengan Malang ini punya destinasi menarik. Ada Air terjun Tumpak Sewu yang konon katanya paling indah di pulau Jawa.

Perjalanan menuju Lumajang saya awali dari Surabaya bersama dengan 8 teman saya. Kami berangkat sekitar pukul 00.00 WIB dini hari dan tiba di pos pendakian ke air terjun sekitar pukul 05.00 WIB. Kemudian kami beristirahat sejenak dan makan pagi untuk mengisi energi kami sebelum menuju lokasi air terjun. Suhu di pos peristirahatan ini cukup dingin sehingga saya sarankan untuk membawa baju hangat.

Saat matahari mulai terbit, kami pun bergegas untuk segera memulai perjalanan ini. Trek menanjak sudah menyambut kami di awal perjalanan.

Setelah 20 menit berjalan, kami sudah sampai di Panorama View, yaitu tempat untuk melihat air terjun Tumpak Sewu dari atas lembah. Melihat air terjun yang memiliki nama lain Coban Sewu dari panorama view sungguh membuat saya tidak berhenti kagum atas ciptaan Tuhan ini.

Lapisan air terjun yang bertumpuk-tumpuk, tidak mengherankan mengapa air terjun ini dinamakan Tumpak Sewu. Dalam bahasa Jawa, tumpak memiliki arti bertumpuk. Begitu banyaknya aliran air terjun yang turun dari lembah membuat saya dan kawan-kawan saya ingin berlama-lama di sana untuk menikmati pemandangan tersebut.

Namun, perjalanan sesungguhnya menuju air terjun Tumpak Sewu barulah dimulai dari Panorama View. Kami harus turun ke bawah lembah untuk benar-benar menikmati air terjun yang berada di kecamatan Pronojiwo ini.

Bukan perkara mudah untuk menuruni lembah di kawasan air terjun ini karena hanya sebagian kecil dari perjalanan kami yang memiliki anak tangga, sedangkan sebagian besar hanya bergantung pada tali dan batu alam sebagai pijakan kita. Saya sarankan bagi traveler yang akan ke sini untuk memakai sendal gunung atau sepatu agar tidak terpeleset karena nantinya banyak permukaan yang licin di perjalanan.

Setelah menuruni lembah yang curam dan melewati sungai yang memiliki arus cukup deras, akhirnya saya dan kawanan saya sampai juga pada air terjun Tumpak Sewu. Panorama yang disuguhkan dari bawah air terjun ini sangat mempesona dan tidak kalah cantik dengan Panorama View di atas. Perpaduan air terjun yang mengalir dari ketinggian 120 meter dengan vegetasi tanaman dan patahan tebing yang terbentuk secara alami ini membuat perjalanan saya dan teman-teman saya terbayarkan dengan pemandangan yang indah.

Air terjun tumpak sewuAir terjun tumpak sewu Foto: (Yudi Wiranata/d'travelers)

Setelah puas menikmati air terjun, kami memutuskan untuk kembali ke atas. Kami menyarankan traveler untuk pergi ke Goa Tetes yang lokasinya tidak jauh dari air terjun Tumpak Sewu setelah menikmati air terjun Tumpak Sewu. Perlu diketahui bahwa perjalanan menuju ke Goa Tetes juga tidaklah mudah, karena melewati tebing yang curam dan licin pula.

Tapi rasa lelah akan terbayar dengan pemandangan yang disajikan di Goa Tetes yang sangat asri dan alami. Selain itu, rute menuju Goa Tetes ini searah dengan perjalanan kembali kami ke atas dari air terjun Tumpak Sewu. Jadi seperti kata pepatah, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui, nah itulah yang bisa travelers dapatkan apabila pergi ke kawasan wisata yang berada di bawah lereng gunung Semeru ini.

Sekian perjalanan yang bisa saya bagikan kepada travelers. Saya berharap cerita ini bisa bermanfaat bagi sobat detiktravel yang ingin berwisata ke air terjun Tumpak Sewu. Terakhir saya ingatkan juga untuk sobat detiktravel agar tetap menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan yang ada di sekitar air terjun Tumpak Sewu ini ya.

---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Yudi Wiranata dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Karapan Kerbau Petani Lumajang, Tradisi Untuk Kesuburan Lahan Tani"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA