Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 07 Okt 2020 12:49 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Dijual Online Murah Banget, Ini 5 Fakta dan Sejarah Gedung DPR

Femi Diah
detikTravel
Bendera Merah Putih berkibar setengah tiang di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9/2020). Pengibaran bendera setengah tiang itu dalam itu untuk memperingati peristiwa Gerakan 30 September 1965. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Gedung DPR Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Setelah DPR dan pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-Undang pada 5 Oktober, Gedung DPR dijual online. Bagaimana sejarah Gedung DPR?

Gedung DPR yang berada di Senayan, Jakarta Pusat itu kembali dijual. Bukan cuma gedung, bahkan di platform penjualan online Tokopedia, Gedung DPR dijual bersama anggotanya.

Harga jualnya murah banget dengan lokasi yang ada di Senayan. Yakni, cuma Rp 100 ribu. Bahkan, pembeli bisa dapat ongkos kirim.

Di beberapa platform e-commerce, Gedung DPR bahkan dijual lebih murah, berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

Sebelum membeli ada baiknya traveler mengetahui sejarah Gedung DPR. Berikut fakta-fakta Gedung DPR itu yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Digagas Presiden Sukarno

Semula gedung itu dibangun untuk penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (Conefo). Pembangunan gedung dilaksanakan oleh pemenang sayembara, yaitu tim dari Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang dipimpin Sujudi Wirjoatmodjo, arsitek jebolan Technische Universitat Berlin Barat.

Pemancangan tiang pertama pada 19 April 1965. Pembangunan terhenti karena peristiwa Gerakan 30 September 1965. Barulah pada 9 November 1966, Soeharto yang merupakan ketua Presidium Kabinet Ampera meminta pembangunan gedung itu dilanjutkan dan digunakan sebagai gedung parlemen.

2. Kepakan Garuda, Bukan Punggung Kura-Kura

Bangunan Gedung DPR yang atapnya berwarna hijau dan melengkung kerap disangka punggung kura-kura, padahal bukan. Arsitek Gedung DPR Sujudi Wirjoatmodjo menyebut kubah yang berbentuk setengah lingkaran di kedua sisi kanan dan kiri gedung diibaratkan sebagai kepakan burung Garuda.

Karena awalnya bakal dijadikan venue untuk CONEFO yang merupakan acara internasional, kepakan Garuda itu menjadi simbol Indonesia sebagai negara kuat.

Sementara itu warna hijau merupakan simbol kemakmuran dan kesuburan. Itu juga terkait dengan Indonesia sebagai negara agraris.

3. Di Jantung Ibu Kota

Lokasi Gedung DPR amat strategi, yakni di Senayan, Jakarta Pusat, tak jauh dari kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK). Gedung itu berdiri di atas tanah 80.000 ribu meter persegi dengan memiliki lima gedung.

Gedung-gedung itu sempat diberi nama dengan bahasa Sansekerta, namun kemudian diubah. Grahatama menjadi Gedung Nusantara, Lokawirasabha Tama (Gedung Nusantara I), Ganagraha (Gedung Nusantara II), Lokawirasabha (Gedung Nusantara III). Selain itu, Pustakaloka (Gedung Nusantara IV), Grahakarana (Gedung Nusantara V), Samania Sasanagraha (Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI), dan Mekanik Graha (Gedung Mekanik).

4. Terkait dengan Monas

Rupanya Gedung DPR dan Monumen Nasional (Monas) saling terkait. Didasarkan pada budaya Hindu kuno, Gedung DPR melambangkan Yoni atau alat vital perempuan (vagina) sedangkan Monas melambangkan lingga atau alat vital laki-laki (phallus).

Gedung DOR diibaratkan sebagai ibu tempat lahirnya Undang-Undang setelah bekerja sama dengan ayah eksekutif yang ada di Istana Merdeka. Ya, Monas menggambarkan eksekutif maka tempatnya di Istana Merdeka.

5. Paket Tur Wisata

Dari situs resmi DPR disebutkan Bagian Humas Sekretariat Jendral DPR RI diberi tugas untuk menerima kunjungan masyarakat. Masyarakat yang berkunjung untuk tujuan studi wisata dan masyarakat yang ingin mengambil foto kenangan di Gedung DPR akan diterima oleh Humas Sub Bagian Penerangan.

Kunjungan yang berupa studi wisata akan diterima di ruang Operation Room, Gedung Nusantara, dan akan diberi penjelasan mengenai Mekanisme Kerja Dewan Perwakilan Rakyat.

Masyarakat yang biasanya datang untuk melakukan studi wisata ini berasal dari sekolah dan perguruan tinggi (SD, SMP, SMA, Mahasiswa) dan instansi lain seperti kelompok karang taruna, dll. Waktu kunjungan itu mulai pukul 09.00 hingga 12.00.



Simak Video "Top 5: Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Gedung DPR Dijual Online"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA