Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Okt 2020 13:52 WIB

TRAVEL NEWS

Mau Pindah Kewarganegaraan Gara-gara UU Cipta Kerja? Ini Caranya

Bonauli
detikTravel
Masa berlaku paspor diperpanjang menjadi 10 tahun lewat Peraturan Pemerintah (PP) 51 Tahun 2020 tentang keimigrasian. Namun saat ini aturan tersebut belum berlaku.
Ilustrasi paspor (Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

RUU Omnibus Law Cipta Kerja sudah lolos menjadi UU Cipta Kerja yang diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). DPR mensahkan UU kontroversial tersebut dalam rapat paripurna, Senin (5/10/2020. Keputusan ini membuat banyak pihak kecewa dan menjadi topik yang hangat di Twitter sejak Senin malam. Sebagian mulai berpikir untuk pindah kewarganegaraan. Ajakan pindah kewarganegaraan ramai di sosial media. Kebanyakan adalah anak muda yang menentang pengesahan UU Cipta Kerja.

"Pusing sama pemerintah, mending pindah kewarganegaraan," tulis seorang netizen.

"Pengen pindah kewarganegaraan, tapi takut nanti disana miskin-miskin juga," sambar yang lain.

Tapi ada juga meminta nggak usah pindah kewarganegaraan, karena tidak semudah yang dibayangkan.

Diintip detikTravel dari situs resmi Pemerintah Indonesia di www.indonesia.go.id, ada beberapa kriteria dan syarat yang diperlukan untuk bisa pindah kewarganegaraan.



Disebutkan ada dua faktor hilangnya kewarganegaraan, yang pertama otomatis hilang yang kedua harus dalam bentuk pengajuan.

Ada 8 faktor yang membuat WNI secara otomatis kehilangan status kewarganegaraannya, yakni:

1. Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri;

2. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu;

3. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden;

4. Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh Warga Negara Indonesia;

5. Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut;

6. Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing;

7. Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya; atau

8. Bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terus-menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir, dan setiap S (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi Warga Negara Indonesia kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan Republik Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

Cara yang kedua adalah dengan keputusan presiden. Namun untuk melepas status WNI, kamu harus memiliki kewarganegaraan lain dahulu sebelum mengurus permohonan kehilangan kewarganegaraan Indonesia.

Permohonan kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia diajukan secara tertulis oleh yang bersangkutan kepada Presiden melalui Menteri. Permohonan dibuat dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermaterai cukup dan sekurang-kurangnya memuat: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat tempat tinggal, pekerjaan, jenis kelamin, status perkawinan pemohon, dan alasan permohonan.

Permohonan harus dilampiri dengan:

1. Fotokopi kutipan akte kelahiran atau surat yang membuktikan kelahiran pemohon yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia;

2. Fotokopi akte perkawinan/buku nikah, kutipan akte perceraian/surat talak/perceraian, atau kutipan akte kematian isteri/suami pemohon bagi yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan sudah kawin yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia;

3. Fotokopi Surat Perjalanan Republik Indonesia atau Kartu Tanda Penduduk yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia;

4. Surat keterangan dari perwakilan negara asing bahwa dengan kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia pemohon akan menjadi warga negara asing; dan

5. Pasfoto pemohon terbaru berwarna ukuran 4X6 (empat kali enam) sentimeter sebanyak 6 (enam) lembar.

Berikut tata cara melepas kewarganegaraan Indonesia:

1. Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) beserta lampirannya disampaikan kepada perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal pemohon.

2. Perwakilan Republik Indonesia memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan.

3. Jika berkas permohonan telah lengkap, Perwakilan Republik Indonesia menyampaikan permohonan kepada Menteri dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap.

4. Setelah menerima permohonan dari Perwakilan Republik Indonesia, Menteri memeriksa permohonan tersebut dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari.

5. Jika berkas telah lengkap, Menteri akan meneruskan permohonan kepada Presiden maksimal 14 hari terhitung sejak tanggal permohonan diterima.

6. Presiden menetapkan keputusan mengenai nama-nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dan meneruskan kepada Perwakilan Republik Indonesia

7. Perwakilan Republik Indonesia menyampaikan Keputusan Presiden kepada pemohon dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal Keputusan Presiden diterima.

8. Menteri mengumumkan nama orang yang kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Serius mau pindah kewarganegaraan?



Simak Video "Menimbang Baik Buruk Omnibus Law Cipta Kerja untuk Sektor Teknologi"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA