Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 03 Nov 2020 13:06 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sedapnya Minum Kopi Kawa di Puncak Khayangan

Riyanto Toto
detikTravel
Sedapnya Minum Kopi Kawa di Puncak Khayangan
Foto: Riyanto Toto/d'Traveler
Jakarta -

Kopi Khayangan berada diketinggian lebih dari 1.500 Mdpl. Menjadikan kedai ini salah satu kedai kopi di puncak tertinggi dari gugusan Bukit Barisan.

Siang itu saya memacu motor perlahan, melewati jalan berkelok membelah perbukitan dan hutan, udara masih lembab setelah pagi tadi sempat hujan sebentar. Dari balik bukit awan putih menyeruap terang diterpa sinar matahari, sepanjang perjalanan tak berhenti makta takjub oleh puncak-puncak bukit yang hijau menjulang. Saya harus tetap fokus karena jalan yang dilalui diapit bukit dan lembah yang agak curam.

Sekitar 20 menit dari Kota Sungai Penuh, sekarang telah tampak menara pandang di Bukit Khayangan, salah satu dataran tinggi terpopuler pada anugerah pesona indonesia AWARD 2017. Di Sungai Penuh dan Kerinci, siapa yang tak kenal bukit khayangan salah satu puncak yang memiliki pemandangan mengagumkan.

Tapi kali ini tujuan utamanya bukan menara pandang, melainkan sebuah tempat kopi yang berada disana. Kopi Khayangan namanya, sebuah kedai kopi kecil yang menyajikan minuman asli Kerinci dan memiliki pemandangan menabjubkan.

Tak berapa lama akhirnya sampai juga di Kopi Khayangan, setelah memarkirkan motor, saya langsung menuju kopi khayangan dan mengambil spot duduk di samping kedai yang pemandangannya langsung menghadap ke Danau Kerinci dan Tanah Cuguk yang berada di hilir. Tak lama pelayan datang menyerahkan daftar menu, setelah melihat sebentar tanpa ragu saya putuskan memesan salah satu menu khas Kerinci, yaitu Kopi Kawa, sebuah sajian kopi yang cukup melegenda, dan telah turun-temurun dikonsumsi oleh nenek moyang orang Kerinci.

Tak perlu menunggu lama akhirnya pesanan nya datang juga, sebuah kopi Kawa yang disajikan dalam teko dan cangkir yang terbuat dari tempurung kelapa. Sangat menarik!

Setelah menuangkan air kopi kedalam cangkir aromanya langsung mengepul menyeruap, segar, dan khas sekali, pada seruputan pertama akhirnya saya benar-benar kembali merasakan sensasi orisinilitas Kopi Kawa khas Kerinci. Bagi yang belum terbiasa minum racikan kopi ini pasti akan terasa aneh, sebab kopi kawa memiliki rasa yang sepat dan ringan tidak mirip minuman kopi pada umumnya, warnanya juga tidak hitam seperti layaknya kopi biasa, namun lebih kecoklatan seperti teh namun sedikit lebih pekat.

Kopi Kawa yang saya seduh tanpa gula untuk mendapatkan orisinilitas rasanya, dan memang sejak dulu diseduh tanpa gula, tetapi seiring berkembangnya waktu kopi kawa mulai divariasikan dengan beberapa campuran pemanis seperti gula nira dan kayu manis.

Kopi Khayangan berada diketinggian lebih dari 1.500 Mdpl, merupakan salah satu Kedai Kopi di puncak tertinggi dari gugusan bukit barisan yang mengelilingi lembah Kerinci.

Menyesap kopi kawa di sini tak perlu terburu-buru, pelan-pelan saja sambil menikmati pemandangan lembah Kerinci, bukit-bukit hijau, hamparan sawah, dan Danau Kerinci.

Sesekali sambil meneguk air kopi saya arahkan pandangan kejalan, beberapa motor petani tampak melintas menuju kebun di Desa Renah Kayu Embun. Lokasi saya duduk yang berada tepat disamping dapur membuat saya bisa mencium aroma kopi yang menyeruap dari balik nya yang asapnya sedang mengepul.


---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Riyanto Toto dan sudah tayang di d'Travelers Stories.




Simak Video "Tunanetra Berlatih Menjadi Barista"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA