Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Des 2020 18:18 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Distrik Sukarno di Papua, Berawal dari Kekaguman Kepala Suku

Lembah Baliem
Foto: Ilustrasi Lembah Baliem (Hari Suroto/Istimewa)
Jayawijaya -

Di Kabupaten Jayawijaya ada sebuah distrik yang punya nama menarik, yaitu Distrik Silo Karno Doga. Nama itu diambil dari Presiden Sukarno. Seperti apa kisahnya?

Jejak peninggalan presiden pertama RI, Ir Sukarno bisa ditemukan hingga di Tanah Papua, tepatnya di Kabupaten Jayawijaya. Di sana ada distrik (Kecamatan) yang menggunakan nama Sukarno, yaitu Distrik Silo Karno Doga.

Distrik Silo Karno Doga ternyata memiliki sejarah penting dalam perjuangan rakyat Irian Barat (nama Papua waktu itu) sebelum bergabung ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Waktu itu, Kepala suku besar Lembah Baliem bernama Silo Doga, bersama kepala suku Lembah Baliem lainnya yaitu Kurulu Mabel, dan Ukuemearek Asso, merupakan 3 tokoh penting pada masa Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) tahun 1969.

Para kepala suku tersebut mendirikan honai yang markas perjuangan RI di Wamena. Lokasi honai tersebut saat ini menjadi Studio RRI Wamena.

Pada tahun 1960-an, Silo Doga bersama Kurulu Mabel, dan Ukuemearek Asso pun diundang ke Istana Kepresidenan di Jakarta oleh Presiden Soekarno.

Saat itulah, terjadi sebuah ikrar kesetiaan para kepala suku Lembah Baliem yang dipimpin oleh Silo Doga di hadapan Presiden Soekarno. Mereka menyatakan bahwa Irian Barat adalah bagian dari NKRI.

"Silo Doga sangat terkesan dengan Presiden Soekarno. Silo meminta agar nama Soekarno menjadi namanya, sehingga menjadi Silo Karno Doga. Hal ini sebagai sebagai simbol persaudaraan, kasih dan kesetiaan," kata Hari Suroto, peneliti dari Balai Arkeologi Papua.

Setelah kembali ke Lembah Baliem, maka tanah ulayat Silo Doga pun dinamakan Distrik Silo Karno Doga. Distrik Silo Karno Doga merupakan kecamatan dengan wilayah terluas di Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Distrik Silo Karno Doga dilintasi Sungai Baliem yang menjadi habitat alami udang selingkuh. Distrik Silokarno Doga juga memiliki sebuah mumi Pumo yang sangat terkenal. Mumi ini disimpan di sebuah honai oleh pewarisnya.



Simak Video "Surat Nikah-Cerai Sukarno Bakal Diserahkan ke Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA