Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Des 2020 19:11 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sirih dan Pinang bagi Warga Malaka: Adat, Obat, dan Pengikat Suami

Femi Diah
detikTravel
Yoseph Nahak (65), warga Kabupaten Malaka, Timor Tengah Selatan, NTT, tengah memetic sirih dikebun yang terletak dibelakang rumahnya. Sirih merupakan bagian dari adat istiadat Sebagian besar masyarakat di NTT.
Sirih dan pinang menjadi benda yang tidak bsai dipisahkan dengan warga Malaka. (Grandyos Zafna/detikFOTO)
Malaka -

Yoseph Nahak dan warga Malaka lainnya meyakini sirih dan pinang itu membantu gigi lebih kuat. Khasiat lainnya, sirih dan pinang diyakini memiliki kemampuan menangkal penyakit dan pengikat suami.

Sirih (Piper betle) dan pinang (Araeca catechu) tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Mereka bahkan memiliki slogan "sirih dan pinang yang mempersatukan".

Bukan cuma orang-orang dewasa yang mengunyah sirih dan pinang, namun anak-anak pun sudah mengenalnya.

"Berapa kalinya tidak tentu, tidak seperti makan tiga kali sehari. Mengunyah siri dan pinang dilakukan kapan saja, habis makan, saat ngerumpi, saat nonton TV, di semua waktu," ujar Yoseph (65), warga Kabupaten Malaka, NTT, memiliki kebun sirih di belakang rumahnya.

Selain dikunyah selama bersantai, sirih dan pinang, yang biasanya dikonsumsi bersama-sama dengan kapur, menjadi bagian tak terpisahkan dari acara adat di Malaka. Boleh dibilang seuluh ritual adat menggunakan sirih dan pinang.

Raja Liurai Malaka XV, Dominikus Kloit Tey Seran, menyebut sirih dan pinang bahkan menjadi solusi bagi seluruh perselisihan atau perkara apapun di Malaka.

Yoseph Nahak (65), warga Kabupaten Malaka, Timor Tengah Selatan, NTT, tengah memetic sirih dikebun yang terletak dibelakang rumahnya. Sirih merupakan bagian dari adat istiadat Sebagian besar masyarakat di NTT.Yoseph Nahak (65), warga Kabupaten Malaka, NTT, tengah memetik sirih di kebun yang terletak di belakang rumahnya. Sirih merupakan bagian dari adat istiadat Sebagian besar masyarakat di NTT. Foto: Grandyos Zafna/detikFOTO

"Sirih dan pinang ini menjadi sumber kekuatan Malaka. Sirih dan pinang ini menggantikan darah ayam dan babi dalam upacara adat," kata Raja Kloit dalam perbincangan dengan detikTravel dalam ekspedisi tapal batas detikcom yang didukung BRI.

Dalam pernikahan, sirih pinang dianggap sebagai bagian dalam mahar yang diberikan oleh keluarga mempelai pria kepada perempuan. Sirih dan pinang juga dipakai dalam upacara panen jagung.

"Kami mengoleskan merahnya sirih pinang itu ke dahi orang-orang saat upacara panen jagung," kata Raja Kloit.

Yoseph Nahak (65), warga Kabupaten Malaka, Timor Tengah Selatan, NTT, tengah memetic sirih dikebun yang terletak dibelakang rumahnya. Sirih merupakan bagian dari adat istiadat Sebagian besar masyarakat di NTT.Perempuan di Malaka mengunyah sirih dan pinang setiap saat. Foto: Grandyos Zafna

Yusuph menambahkan warna merah sirih dan pinang digunakan oleh perempuan Malaka untuk menambah kecantikan. Bahkan, sirih dan pinang menjadi pengikat suami.

"Bukan untuk makan saja, dibuat untuk adat-istiadat. baik perempuan nikah atau laki-laki nikah. Kita makan sirih pinang. Bukan cuma sapaan tamu datang di rumah, bukan," kata Yoseph.

"Banyak juga yang percaya, di Malaka sirih dan pinang bisa mengikat suami makanya mama-mama rajin mengunyah sirih dan pinang," dia menambahkan.

***

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Zona Hijau, Sekolah Perbatasan RI-Timor Leste Sudah Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA