Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 14 Feb 2021 17:43 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tak Boleh Pulang dari Papua Sebelum Makan Papeda

Hari Suroto
detikTravel
Tradisi makan papeda bersama
Foto: Tradisi makan papeda (Hari Suroto/Istimewa)
Jayapura -

Papeda adalah kuliner khas dari tanah Papua. Tak lengkap bila berkunjung ke pulau paling timur di Indonesia ini tanpa menyantap papeda.

Danau Sentani tidak hanya memiliki pesona alam yang indah tetapi juga kuliner khas yaitu papeda ikan kuah kuning. Papeda ini terasa nikmat diolah dengan cara tradisional yaitu dimasak di dalam wadah gerabah.

Abar adalah kampung di Danau Sentani yang masyarakatnya masih eksis membuat gerabah. Kampung ini tidak jauh dari Bandara Sentani, yaitu 10 menit perjalanan darat, dilanjutkan dengan 15 menit perjalanan menggunakan perahu.

Ada tradisi unik yang ada di kampung ini, yaitu makan papeda bersama sambil duduk melingkar, di tengah-tengah terdapat papeda dalam wadah gerabah.

Papeda ini dilengkapi dengan ikan kuah kuning yang disajikan dalam hote atau piring kayu berukir. Tradisi makan papeda sambil duduk bersama ini merupakan tradisi yang diwariskan sejak nenek moyang.

Tradisi makan papeda bersamaTradisi makan papeda bersama Foto: Hari Suroto/Istimewa

Terdapat nilai-nilai positif dalam tradisi ini. Makan bersama, membuat ikatan keluarga semakin kuat. Saat makan papeda bersama inilah, orang tua biasanya akan memberi nasehat kepada anak-anaknya.

Di saat sedang makan bersama, jika ada tetangga lewat samping atau depan rumah, akan dipanggil masuk untuk ikut makan papeda.

Pengalaman unik lainnya, beberapa kali saya mengantar peneliti baik dari Jakarta atau luar negeri, oleh kepala suku Abar, Naftali Felle, seusai berkunjung ke Kampung Abar, saat kami pamit pulang, kami tidak boleh pulang, tanpa makan papeda terlebih dahulu.

Naftali Felle selaku kepala suku mengatakan itu sudah menjadi tradisi, bagi tamu yang berkunjung ke Kampung Abar wajib makan papeda dalam gerabah. Papeda dan ikan kuah kuning yang disediakan wajib dihabiskan, jika tidak maka tidak boleh pulang.

Setiap 30 September di kampung ini selalu dilaksanakan festival makan papeda dalam gerabah. Dalam festival ini, pengunjung dapat menyantap papeda, dan gerabahnya boleh dibawa pulang.

Namun sejak pandemi covid 19, festival ini ditiadakan, diganti dengan makan papeda dan doa bersama yang hanya diikuti oleh warga Abar saja, tanpa mengundang pengunjung dari luar.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Bikin Laper: Santap Papeda Kerapu Kuah Kuning yang Kaya Serat"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA