Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Mar 2021 12:16 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Heboh Kilau Emas di Pesisir Pantainya, Ini Pesona 7 Wisata Maluku Tengah

Femi Diah
detikTravel
pantai ora maluku
Foto: Hardy Limiyanto/d'Traveler
Maluku Tengah -

Maluku Tengah sedang disorot setelah warga Negeri Tamilow berbondong-bondong mendulang butiran kemilau yang disebut-sebut sebagai emas. Simak yuk, deretan wisata Maluku Tengah.

Warga Negeri Tamilow itu mendulang emas di Pantai Pohon Batu, yang ada di Maluku Tengah pada awal pekan ini. Warga dikabarkan mendulang emas di area pantai itu dengan peralatan sederhana. Aktivitas warga Negeri Tamilouw itu pun menjadi viral di media sosial.

Saat ini, Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury memastikan kebenaran butiran berkilau itu adalah emas itu. Dia sekaligus mengimbau agar warga tidak menggunakan cairan yang dapat merusak lingkungan.

"Jadi itu kayak butir-butiran pasir itu emas atau tidak. Tadi sudah perintahkan sekda juga dinas lingkungan hidup turun di sana dan sudah koordinasi dengan babinsa dan kepala desa dan camat sehingga di informasikan supaya jangan ada gunakan logam air raksa, seperti sianida dan lain-lain," Kata Marlatu Leleury.

Selain pantai Pohon Batu, Maluku memiliki sederet pantai indah lainnya yang menjadi favorit traveler. Selain itu, Maluku Tengah memiliki deretan wisata yang cukup populer di kalangan wisatawan.

Baca juga: 200 Pesawat Nganggur, AirAsia Akan Terbang ke Destinasi Pilihan Sandiaga Uno

Berikut objek wisata Maluku Tengah:

1. Banda Neira

Banda Neira berada di Kepulauan Banda. Dulu, Banda Neira merupakan satu-satunya daerah penghasil pala.

belang banda neiraBanda Neira Foto: (Syanti/detikTravel)

Kini, Banda Neira menjadi pusat keanekaragaman hayati. Setidaknya, terdapat 250 spesies biota laut hidup di bawah laut Pulau Banda.

Banda Neira juga memiliki wisata sejarah dengan Benteng Belgica-nya. Benteng itu menjadi pusat pemerintahan Belanda pada jaman kolonial sebelum akhirnya pindah ke Batavia.

Untuk menuju Banda Neira, traveler bisa menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Tulehu. Perlu diperhatikan jadwal pulang pergi kapal menuju dan dari Banda Neira.

2. Pantai Liang

Pantai Liang merupakan salah satu pantai yang dinobatkan sebagai pantai terindah oleh UNDP/PBB pada tahun 1990-an. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih.

Pantai LiangPantai Liang Foto: (Eka Murti/d'Traveler)

Pantai Liang terletak 40 km dari pusat Kota Ambon dan bisa ditempuh menggunakan ojek dengan tarif sekitar Rp 50 ribu untuk sekali jalan dari pusat Kota Ambon.

Transportasi di wilayah ini belum sip makanya selain ojek traveler disarankan menyewa kendaraan andai ingin berkeliling seharian penuh.

3. Pantai Ora

Pantai Ora berada di Pulau Seram. Pantai ini mendapat sebutan sebagai Maldives-nya Indonesia.

Pantai OraPantai Ora Foto: Andy Pattihua/d'Traveler

Pantai Ora menawarkan pasir putih dan air sebening kaca. Selain itu penginapan yang mengapung di atas air menjadikan kawasan itu ikonik.

Untuk menuju Pulau Ora, traveler bisa menuju Ambon lebih dulu baru kemudian menyeberang dengan kapal dari Pelabuhan Hulnara.

4. Taman Nasional Manusela

Taman Nasional Manusela memiliki luas 189 hektare dengan 75 persen berada di Kabupaten Maluku Tengah. Taman Nasional Manusela merupakan gabungan dua cagar alam, Wae Nua dan Wae Mual.

Tugu Taman Nasional ManuselaTugu Taman Nasional Manusela Foto: detik

Untuk menuju Taman Nasional Manusela, traveler dapat melalui pantai Utara yaitu Sawai dan Wahai, atau melalui pantai Selatan yakni Yaputih dan Moso di kecamatan Tehoru.

Taman Nasional ini komplet dengan gunung dan laut. Di sinilah bersemayam Gunung Binaya dan kawasan Sawai dengan aneka karang lautnya yang indah sangat cocok untuk kegiatan snorkeling dan diving.

Satu kawasan favorit traveler di Taman Nasional Manusela adalah lembah Manusela.

5. Gunung Binaya

Gunung Binaya merupakan satu dari seven summit Indonesia. Gunung tertinggi di Maluku itu menjulang dengan ketinggian 3.027 mdpl.

Gunung di Pulau SeramGunung Binaya di Pulau Seram Foto: Sunarto Heri K/d'Traveler

Rute pendakian uang biasa dipilih oleh adalah melalui Desa Kanike dari sisi utara dan Desa Piliana dari sisi selatan.

6. Gua Hatu Saka

Gua Hatu Saka juga terdapat di dalam Taman Nasional Manusela. Gua Hatu Saka semakin spesial dengan secara resmi mendapatkan predikat sebagai gua terdalam di Indonesia hasil ekspedisi tim Indonesia hingga ke dasar gua itu.

[Gambas:Instagram]



Gua Hatu saka memiliki diameter sekitar 100 meter dan kedalaman 424 meter. Mengutip situs resmi Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, gua yang berada di bagian utara pulau Seram ini, tepatnya di Negeri Saleman, pertama kali dijelajahi dan dipetakan oleh tim ekspedisi goa gabungan dari Amerika, Inggris, Perancis dan Australia pada tahun 1996. Namun upaya pertama mencapai dasar goa saat itu gagal.

7. Benteng Amsterdam

Merujuk kemdikbud Benteng Amsterdam awalnya merupakan sebuah loji yang dibangun oleh Portugis (Francesco Serrao, sekitar tahun 1512) dan difungsikan sebagai gudang penyimpanan rempah.

Ketika Belanda mulai menguasai wilayah ini pada awal abad ke-17, loji tersebut diubah menjadi blokhuis dari batu yang dikelilingi pagar kayu yang tinggi pada tahun 1637 (pada masa Jan Ottens, Gubernur Jenderal VOC saat itu). Kemudian blok huis ini diperkuat dan diperbesar pada tahun 1643 (pada masa Gubernur VOC di Maluku Gerrad Demmer).

Benteng Amsterdam di AmbonBenteng Amsterdam di Ambon Foto: (Eka Murti/d'Traveler)

Arnold de Vlaming (Gubernur VOC di Maluku pengganti Demmer) memberikan nama Benteng Amsterdam dan memerintahkan untuk memperkuat blokhuis ini dengan tembok batu keliling lengkap dengan bastion pada tahun 1648-1656, dan merubah fungsinya sebagai benteng pertahanan.

Pembangunan Amsterdam ini dipicu oleh pertikaian antara VOC dengan Kerajaan Hitu yang terjadi pada tahun 1633 hingga 1654.

Secara administratif Benteng Amsterdam berada di wilayah Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Lokasi benteng ini berjarak kurang lebih 33 km dari pusat Kota Ambon dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum (angkutan antar kota) maupun kendaran lainnya dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.



Simak Video "Serunya Menghabiskan Waktu di Pantai Liang yang Asri dan Indah, Maluku"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT