Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 17 Jun 2021 07:00 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mitos Lonceng Pembawa Petaka di Bandung

bonauli
detikTravel
Warga Bandung berdatangan ke Pendopo
Pendopo Bandung (Erna Mardiana/detikcom)

VOC menjadikan lonceng tersebut sebagai sebuah penanda adanya eksekusi kematian. Di zaman kolonial, siapa pun yang membelot dari pemerintah akan dihukum mati.

Waktu itu, mulai 1808 hingga 1811, gubernur jenderal pertama dijabat oleh Herman Willem Daendels. Setibanya di Indonesia, Daendels menginisiasi pembangunan jalan di sisi utara Jawa, dari Anyer di ujung barat sampai Panarukan di ujung Timur, dengan panjang total mencapai 1000 km, jalan raya Pos, jalan Daendels.

Termasuk, melintasi Bandung. Sekarang jalan itu namanya Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Asia Afrika-Jalan A. Yani, berlanjut ke Sumedang dan seterusnya.

Nama Daendels bahkan dikaitkan dengan terbentuknya ibu kota Bandung, namun situs resmi Humas Kota Bandung menyebut bukan menir Belanda yang membuat ide membangun Bandung sebagai ibu kota Jabar.

Daendels merupakan sosok bertangan besi. Memberantas korupsi, namun tidak segan menurunkan juru tembak buat siapa saja yang menghalangi rencananya.

Nah, warga yang mencoba-coba untuk membelot bakal dihabisi. Eksekusi itu ditandai dengan bunyi lonceng itu.

Karena fungsinya mengabarkan kematian, lonceng di Pendopo Bandung itu pun masih menyimpan kengerian buat warga sekitar, Kisah masa lalu awet dari mulut ke mulut.

Hingga kini lonceng itu pun tak pernah dibunyikan dengan sengaja. Masyarakat percaya, bahwa membunyikan lonceng ini secara sengaja akan mendatangkan bahaya.

"Jadi, lonceng ini enggak boleh dibunyikan. Secara sengaja juga enggak ada yang berani bunyiin," dia menambahkan.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Situasi di Objek Wisata Nuansa Riung Gunung Pangalengan Sejak PPKM"
[Gambas:Video 20detik]

(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA