Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 27 Jun 2021 15:51 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal Pengunungan Papua Sepanjang 600 Kilometer dan Potensinya

Hari Suroto
detikTravel
Pegunungan Bintang Papua
Pegunungan Papua (Foto: Google Earth)
Jakarta -

Pegunungan Papua terbentang di tengah hampir sepanjang Pulau Papua. Panjangnya sekitar 600 kilometer, terhampar dari barat Danau Paniai hingga perbatasan dengan Papua Nugini.

Lebar pegunungan Papua berkisar antara 100 hingga 150 kilometer. Di ketinggian 1.400 hingga 2.500 MDPL inilah sebagian besar penduduk pegunungan Papua tinggal.

Pada ketinggian ini juga berarti terbebas dari habitat nyamuk malaria yang mematikan. Seperti diketahui, nyamuk malaria hanya mampu berkembang di pesisir hingga ketinggian 1200 MDPL.

Pegunungan Papua yang luas ini memiliki lembah yang sangat penting. Karena di sanalah tempat masyarakat pegunungan Papua bermukim.

Masyarakat pegunungan Papua terutama di Lembah Baliem dikenal sangat handal bercocok tanam di lereng bukit yang terjal. Ada yang memiliki lahan dengan kemiringan mencapai 50 derajat.

Populasi terpadat di pegunungan Papua adalah Suku Mee di daerah Paniai. Satu lagi yakni Suku Dani di Lembah Baliem.

Manusia yang pertama kali mencapai pegunungan Papua mungkin tiba sekitar 35.000 tahun yang lalu. Mereka adalah sekelompok kecil pemburu dan pengumpul bahan makanan yang mampu bertahan di lingkungan dingin yang amat berbeda dari lingkungan pesisir yang lembab dan panas.

Sekitar 7.000 tahun yang lalu diperkirakan manusia pegunungan Papua sudah mulai mengenal metode pengeringan air pada lahan untuk bercocok tanam. Pisang dan keladi di Lembah Baliem jadi komoditi utamanya.

Sejak 300 tahun yang lalu, tanaman ubi jalar (ipomea batatas), membuat populasi penduduk pegunungan Papua semakin bertambah akibat melimpahnya persediaan makanan dibanding hasil yang diperoleh dari tanaman keladi.

Ubi jalar juga rupanya sangat disukai babi di pegunungan Papua. Sehingga, hal itu mendorong upaya untuk memelihara babi dalam jumlah banyak.

Pesawat terbang menjadi akses satu-satunya ke wilayah pegunungan Papua. Tingginya biaya transportasi udara membuat harga barang di pegunungan Papua sangat mahal.

Suku-suku utama di pegunungan Papua didasarkan atas bahasa-bahasa yang mereka gunakan. Ada Suku Mee berada di sekitar Danau Paniai.

Lalu Suku Wodani, mereka menetap di kawasan sisi barat pegunungan Papua, sekitar 40 kilometer arah utara Danau Paniai. Suku Moni, mereka menetap di sebelah timur wilayah Suku Mee.

Sebagian besar suku ini berada di sisi utara pegunungan, tetapi ada juga sejumlah pemukiman di bagian selatan pegunungan. Suku Amungme menetap baik di sisi utara maupun selatan jajaran pegunungan yang menandai batas selatan dari pegunungan Papua.

Mereka yang berada di sisi utara pegunungan Papua disebut Damal dan kerabat di sisi selatan disebut Amungme. Suku Lani tinggal di wilayah yang terbentang mulai bagian timur yang berbatasan dengan sisi utara Lembah Baliem menuju dataran yang luas ke arah Lembah Ilaga di bagian barat dari Piramid ke arah utara menuju Bokondini, lalu di barat daya menuju Lembah Toli, termasuk Sungai Yamo dan Ila.

Suku Dani tinggal di Lembah Baliem. Terdapat Bandara Wamena dengan landasan terpanjang dan terbaik yang dapat didarati pesawat berbadan lebar Boeing atau Antonov.

Suku Yali terdapat di sebelah timur Lembah Baliem. Suku Mek menetap di Pegunungan Bintang, sebelah timur wilayah suku Yali. Suku Ok dan Muyu di Pegunungan Bintang, sebelah timur wilayah suku Mek.

Pegunungan Papua juga dikenal sebagai penghasil kopi arabika terbaik kualitas ekspor.

***

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Senyum Semringah Jokowi Buka PON XX Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA