Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 02 Jun 2021 06:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kasihan Puncak Tertinggi Indonesia di Papua Ini

bonauli
detikTravel
Gunung Carstensz Papua
Gunung Carstensz (Afif/detikTravel)
Timika -

Puncak Carstensz di Papua adalah satu dari Seven Summits dunia. Tapi di tengah pandemi ini namanya tenggelam, ditambah lagi adanya KKB di Papua.

Siapa yang tak kenal dengan Puncak Carstensz di Papua? Memiliki ketinggian 4.884 mdpl, Carstensz adalah satu dari tujuh puncak tertinggi di tujuh benua.

Puncak Carstensz tepatnya masuk dalam rangkaian Pegunungan Tengah di Papua. Melalui pendakian tahun 2015 silam, detikTravel merasakan sendiri keagungan dan keindahan Carstensz yang melegenda.

Puncak Carstensz memiliki puncak tersulit ketiga dunia untuk didaki. Di urutan pertama dan kedua secara beruntun ditempati puncak Everest dan Denali.

Dua puncak tersebut dinilai sulit karena memiliki suhu ekstrem. Suhu di sana bisa mencapai minus 40 derajat celcius. Sementara itu, puncak Carstensz dinilai memiliki puncak tersulit didaki karena mempunyai kesulitan yang sangat kompleks, yaitu jalur pendakian.

Baca Juga: Foto: Beginilah Trek Pendakian Puncak Carstensz

Gunung Carstensz PapuaTrek ke Puncak Carstensz Foto: (Afif/detikTravel)

Sayang seribu sayang, di tengah pandemi ini para pendaki harus menahan rindu untuk menjelajahi Pucak Carstensz. Seperti gunung-gunung yang lainnya, pendakian ke Carstensz pun ikut senyap ditelan pandemi.

"Tahun lalu tidak ada yang mendaki karena ada virus Corona. Biasanya kami antar turis dari Eropa atau dari China, tapi kemarin tidak ada yang naik. Sepi sekali, nol," ucap Maximus Tipagau, pemilik operator wisata Adventure Carstensz sekaligus pendiri Yayasan Somatua, dalam wawancara dengan detikTravel.

Memang, pendakian ke Gunung Carstensz lebih diminati oleh wisatawan internasional. Karena biaya untuk mendaki ke sini tidak murah. Minimal kamu harus menyiapkan kocek sebesar Rp 50 juta.

Kenapa mahal sekali? Maximus menjelaskan bahwa pendakian membutuhkan banyak porter atau pemandu. Biaya tersebut dibagi langsung untuk mereka yang berkontribusi bersama membantu para pendaki.

"Iya berdampak ke ekonomi warga setempat, baik di Timika atau di Sugapa dan Ugimba yang masuk jalur pendakian. Porter-porter dan para pemandu juga tidak ada pekerjaan dulu," dia menjelaskan.

Baca Juga: Mengenal Pegunungan Jayawijaya, Tempat Es Abadi Indonesia

Gunung Carstensz PapuaLanskap menuju Puncak Carstensz yang indah (Afif/detikTravel)

Untuk bisa mendaki ke Puncak Carstensz, taveler harus menempuh jalur yang cukup panjang. Dimulai dari Timika, lalu terbang ke Sugapa. Pendaki kemudian jalan kaki ke Desa Ugimba sebagai desa terakhir di dekat Puncak Carstensz.

"Mereka (porter atau guide) sekarang kembali berkebun dan berburu seperti biasa," kata Maximus.

Tak hanya karena pandemi, Puncak Carstensz juga harus menerima kenyataan bahwa isu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membuat pendakian semakin tidak memungkinkan.

"Apalagi ada isu KKB. Kami tambah sedih, padahal mau mempromosikan pariwisata Papua," ujarnya.

Baca Juga: Tahukah Kamu Arti Nama Papua?

KKB sangat berpengaruh karena berada di jalur-jalur pendakian Gunung Carstensz, yaitu Ugimba dan Sugapa. Diketahui bahwa KKB kerap meneror warga di area ini dengan senjata dan kejam membunuh.

Gunung Carstensz PapuaMaximus Tipagau pemilik operator Adventure Carstensz (Afif/detikTravel)

"Papua itu kaya sekali alam dan budayanya. Tolong pemerintah, tangkap kepala-kepala KKB itu," kata dia lirih.

"Dari dulu selalu faktor keamanan yang jadi masalah di Papua, mau sampai kapan. Padahal lewat pariwisata, adalah salah satu cara Papua makin dikenal dan dicintai," kata Maximus.



Simak Video "Penampakan Gedung PCYH, Wadah Kreativitas Anak Muda Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA