Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Jul 2021 18:05 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Nyi Roro Kidul yang Konon Berdarah Batak

bonauli
detikTravel
Sianjur Mulamula
Sibirobiding Laut dan saudarinya (Bonauli/detikcom)
Samosir -

Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul selalu hangat untuk diperbincangkan. Kali ini kisah Nyi Roro Kidul datang dari tanah Batak.

Mari mengenal Nyi Roro Kidul dari tanah Samosir. Supaya mengerti, detikTravel akan mengajakmu untuk berkenalan dulu dengan Desa Sianjur Mulamula di Samosir, Sumatera Utara.

Tempat ini populer karena dikenal sebagai kampungnya orang batak. Ya, dari berbagai versi, orang batak setuju bahwasanya di tempat inilah orang batak pertama lahir.

Berawal dari Mulajadi Nabolon, sang dewa pencipta yang menjadikan Ihatmanisia (laki-laki) dan Siboru Ihatmanisia (wanita). Pasangan ini memiliki keturunan yang sakti mandraguna. Kemudian dari dua generasi selanjutnya lahirlah Ompu Siraja Batak.

Sianjur MulamulaGuru Tatea Bulan dan keturunannya Foto: (Bonauli/detikcom)

Siraja Batak memiliki dua orang anak yang juga sakti, Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Yang paling terkenal adalah Guru Tatea Bulan.

Di puncak bukit di atas Desa Sianjur Mulamula ada sebuah tempat yang dibangun untuk Guru Tatea Bulan dan anak-anaknya. Sebuah bangunan dengan sejumlah patung sakral sebagai perwujudan mereka berdiri di sana, Sopo Guru Tatea Bulan.

Dalam ceritanya Guru Tatea Bulan memiliki 10 orang anak kembar. Tiap lahir, anaknya selalu berpasangan, laki-laki dan perempuan. Anak yang paling besar diberi nama Si Raja Uti, Sariburaja, Limbong Mulana, Sagalaraja, Silauraja, Siborubiding Laut, Siborupareme, Anting Haumasan, Sipunggahaumasan dan Nan Tinjo.

Cerita Nyi Roro Kidul dimulai dari Siborubiding Laut atau disebut juga Sibiding Laut. Arti namanya adalah penakluk laut. Anak ke 6 dari 10 bersaudara ini juga terkenal sakti.

Suatu ketika, abang dan adik Siborubiding Laut terjalin asmara terlarang. Mereka adalah Sariburaja dan Siborupareme.

"Karena menjadi aib keluarga, akhirnya dua orang ini diusir oleh masyarakat," ujar Biston Sagala, pemandu di Sopo Guru Tatea Bulan.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA