Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 23 Feb 2022 23:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal Lagi Bukit Soeharto yang Tiba-tiba Masuk Ibu Kota Baru

Tim detikcom
detikTravel
Bukit Soeharto
Foto: CNBC Indonesia
Balikpapan -

Mari kita mengenal Bukit Soeharto di Kalimantan Timur. Lokasi ini telah disurvei Presiden Joko Widodo sebagai calon lokasi ibu kota baru.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) menyatakan bahwa kawasan Bukit Soeharto masuk ke dalam wilayah ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).

Padahal semula dinyatakan bahwa Bukit Soeharto yang merupakan hutan lindung tidak akan diganggu untuk keperluan ibu kota baru. Deputi Bidang Pengembangan Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rudy Prawiradinata menjelaskan alasannya.

"Bukit Soeharto itu tadinya nggak masuk tuh, kita perkembangannya lama ya, mendesain ini, dari awal 150.000 hektar luas ibu kota negara kemudian dengan kita diskusi dengan ahli lingkungan, macam-macam, dengan KLHK, itu sebaiknya daerah-daerah yang ingin dilindungi dimasukkan saja, supaya lebih mudah menjaganya kalau di bawah ibu kota negara," katanya dalam diskusi virtual RRI, Rabu (23/2/2022).

Bukit SoehartoBukit Soeharto (Rakhmad HP/detikcom)

Dari data detikcom dan juga mengutip berbagai sumber, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto kini hangat kembali. Lokasi itu yang ditawarkan Pemprov Kaltim sebagai calon lokasi ibu kota baru.

Bagaimana ceritanya sehingga dinamai demikian? Bukit Soeharto merupakan kawasan konservasi hutan. Bukit Soeharto terkenal dengan nama Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

Lahan seluas 61.850 hektare ini ditetapkan sebagai sebuah kawasan konservasi pada tahun 1991 silam saat era Pak Harto. Makanya bukit tersebut lebih terkenal dengan nama Bukit Soeharto.

Kawasan ini sangat gelap kala malam hari. Hanya beberapa mobil dan motor yang melenggang. Jika kita ingin ke Samarinda dari Balikpapan, perjalanan darat biasanya dilalui melalui jalan ini.

Jalan ini masih terbilang baik meski lampu penerangan sangat minim dan berkelok-kelok serta hanya terdiri dari dua jalur yakni jalur untuk Samarinda dan sebaliknya.

Dulu, di sepanjang Bukit Soeharto ini terdiri dari pohon-pohon tinggi dan masih banyak hewan-hewan yang berada di dalam hutan. Kini, Bukit Soeharto tak terawat bahkan menjadi arena balap liar.

Sungguh sedih melihatnya dan detikcom tahun lalu berkesempatan melewatinya, perjalanan dari Balikpapan ke Tenggarong. Bukit Soeharto tak terlalu lebat hutannya seperti di pikiran, hanya beberapa titik yang demikian.

Ekosistem di Bukit Soeharto adalah campuran hutan dataran rendah, semak belukar, alang-alang dan pantai. Kawasan itu kini menjadi rumah rehabilitasi berbagai jenis tanaman keras, dan untuk faunanya terdapat orang utan, beruang madu, landak, owa-owa, kera ekor panjang hingga babi hutan.

Keunggulan Bukit Soeharto

Mengutip dari CNBC Indonesia, ketinggian Bukit Soeharto dari permukaan laut rata-rata di atas 25 meter. Kedua tidak ada rawa dan ketiga tidak ada pemukiman sehingga menekan anggaran pembebasan lahan.

Selanjutnya, jika akan menjadi ibu kota baru maka akan ada integrasi dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Terakhir, sudah ada dua bandara internasional di Balikpapan dan Samarinda yang dekat dengan Bukit Soeharto.



Simak Video "Kelakar Gubernur Kaltim: Hati-hati yang Tolak IKN, Bisa Pendek Umur"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA