Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Feb 2022 18:51 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

4 Gua Eksotis di Jabar, Cocok untuk Libur Akhir Pekan

Yudha Maulana
detikTravel
Sanghyang Kenit, Sanghyangkenit. Destinasi wisata alam sungai Citarum Purba, juga wisata goa.
Sanghyang Kenit. Foto: Yudha Maulana/detikcom
Jakarta -

Wisata alam di Jawa Barat amat beragam, mulai dari gunung, sungai hingga gua. Nah, di Jabar setidaknya ada empat gua yang bisa traveler susuri di libur panjang akhir pekan ini.

1. Wisata Gua Sunyaragi, Cirebon

Gua Sunyaragi CirebonGua Sunyaragi Cirebon. Foto: Sudirman Wamad/detikcom

Taman Air Gua Sunyaragi merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Cirebon, Jawa Barat. Gua ini merupakan salah satu peninggalan dari sejarah panjang kesultanan di Cirebon.

Hal itu sesuai dengan namanya, yakni berasal dari kata Sunya yang bermakna sunyi, sedangkan Ragi bermakna jiwa. Kendati begitu, objek wisata ini tetap boleh dikunjungi oleh umum.

Berdasarkan catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jabar, luas Taman Air Gua Sunyaragi sekitar 15.000 meter persegi. Pemandangan di Taman Gua Sunyaragi memanjakan wisatawan. Bentuknya yang mirip dengan candi, kian memanjakan wisatawan.

Di dalam kompleks Gua Sunyaragi, terdapat beberapa gua seperti Gua Peteng, Gua Simanyang, Gua Padang Ati, Gua Pawon, Gua Argajumut yang masing-masing dari gua tersebut memiliki makna tersendiri. Satu persatu gua itu dihubungkan oleh rongga yang besar.

Bangunan Taman Air Gua Sunyaragi didominasi dengan motif wedasan dan mega mendung. Bentuknya menyerupai batu karang. Unik. Dua motif ini sering kita lihat dalam batik khas Cirebon.

Letak Gua Sunyaragi berada di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, atau dapat ditempuh sekitar 15 menit dari pusat Kota Cirebon. Untuk bisa masuk ke area wisata, traveler cukup merogoh kocek Rp 10 ribu.

2. Gua Pawon, Bandung Barat

Gua Pawon Bandung BaratGua Pawon Bandung Barat. Foto: (Yudha Maulana/detikcom)

Gua Pawon terletak di kawasan Karst Citatah yang terkenal dengan bebatuan purbanya di Kabupaten Bandung Barat. Gua ini merupakan salah satu bukti otentik eksistensi Danau Bandung Purba.

Undakan tangga batu dan suara cicitan kelelawar akan menyambut traveler begitu menapaki tangga menuju bibir gua. Pilar batu paduan stalakmit dan stalagmit sepanjang belasan meter, seolah menjadi penyangga atap gua yang ditembus sinar mentari.

Tak bisa terbayangkan, berapa lama proses tersebut terjadi, sebab pertambahan stalakmit hanya 0,2 mm per tahun. Di gua ini juga, traveler bisa melihat jejak-jejak kehidupan manusia purba.

Beberapa waktu lalu, arkeolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan ekskavasi di Gua Pawon. Di sini, ilmuwan menemukan kerangka, gigi, tembikar, hingga mata tombak yang digunakan manusia purba untuk berburu.

Gua di antara pegunungan kapur ini juga lekat dengan hikayat Sangkuriang. Konon, Dayang Sumbi yang merupakan ibunda dari Sangkuriang dikisahkan pernah tinggal di dalam Gua Pawon sebelum bertemu kembali dengan Sangkuriang di sekitar Tangkuban Perahu saat ini.

Gua Pawon beralamat di Kp. Cibukur, Gunungmasigit, Kec. Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Traveler cukup merogoh kocerk Rp 5 ribu - Rp 10 ribu untuk bisa menjelajahi gua purba ini.

3. Gua Parat, Pangandaran

Gua di Pangandaran yang punya stalaktit unikGua di Pangandaran yang punya stalaktit unik. Foto: Johanes Randy


Gua Parat terletak di Kawasan Hutan Lindung atau cagar alam di Kabupaten Pangandaran. Gua ini memiliki panjang menjorong kurang lebih 300 meter ke bagian dalamnya.

Untuk bisa menyusuri gua, wisatawan bisa menggunakan jasa pemandu dari warga lokal. Interior Gua Parat pun semakin melebar begitu traveler berjalan masuk ke dalamnya.

Di dalam Gua Parat, traveler bisa melihat stalaktit dan stalagmit yang memiliki bentuk alami yang unik, yakni mirip dengan bentuk kemaluan pria dan wanita. Keunikan lainnya, yakni stalakmit yang berbentuk seperti bejana.

Tak hanya soal wisata susur gua, traveler juga bisa melakukan wisata religi. Sebab, di dekat mulut Gua Parat terdapat dua makam sosok penyebar agama Islam, yaitu Pangeran Kasepuhan (Syekh Ahmad) dan Pangeran Kanoman (Syekh Muhammad).

Dari cerita yang dihimpun dari situs wisata Pangandaran (tourism.pangandaran.kab.go.id), baik Syeikh Ahmad dan Syekh Muhammad merupakan keturunan dari Pangeran Maja Agung yang disebut berasal dari Mesir.

Pangeran Maja Agung menitahkan kedua anaknya, untuk menyebarkan agama Islam dengan mengikuti arah amata angin. Hingga sampailah di Tanah Jawa, yaitu Pangandaran. Setelah sekian lama terpisah, Pangeran Maja Agung pun menyusul kedua anaknya dan bertemu lagi di Gua Parat.

Lokasi Gua Parat hanya berdurasi 10 menit bila ditempuh dari kawasan wisata Pantai Pangandaran. Untuk menggunakan jasa pemandu wisata, traveler cukup mengeluarkan kocek Rp 50 ribu - Rp 100 ribu untuk dua orang dan bisa menjelajahi gua yang tersambung ke bibir pantai timur Pangandaran itu sepuasnya.

4. Sanghyang Kenit, Kabupaten Bandung Barat

Sanghyang Kenit, Sanghyangkenit. Destinasi wisata alam sungai Citarum Purba, juga wisata goa.Sanghyang Kenit, Sanghyangkenit. Destinasi wisata alam sungai Citarum Purba, juga wisata goa. Foto: Yudha Maulana/detikcom

Dibendungnya aliran Sungai Citarum Purba ke PLTA Rajamandala, membuat air yang melewati Sanghyang Kenit mendangkal. Arus sungai yang deras mulai menjinak, menyisakan air sungai yang mengalir tenang di antara bebatuan purba.

Secara administratif Sanghyang Kenit ini terletak di Cisameng, Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Lokasinya dekat dengan PLTA Rajamandala.

Rasa gerah setelah melewati jalanan di area pertambangan Cipatat, tempat hilir mudik truk bermuatan batu berukuran besar, luruh seketika melihat alam yang asri dan air yang jernih.

Pengunjung yang bermaksud wisata goa di sini akan dipandu oleh pemandu lokal dengan tarif Rp 150 ribu per 10 orang. Penelusuran gua eksotis ini cukup menantang karena akan melewati celah gua yang sempit dan aliran sungai bawah tanah.

Belum lagi dengan rute melewati genangan air Citarum Purba setinggi perut, yang masih dihuni oleh berbagai jenis ikan seperti baung dan gabus. Siapkan stamina dan lampu senter meskipun pemandu akan memberikan fasilitas helm dan pelampung.

Perjalanan menelusuri gua akan memakan waktu sekitar 45 menit. Bila air sedang tinggi, wisatawan bisa melakukan tubing dari Sanghyang Tikoro yang menjadi pintu keluar gua menuju titik awal Sanghyang Kenit.

Artikel ini telah tayang di Detik Jabar. Simak berita seputar Bandung dan sekitarnya di link ini.



Simak Video "Suasana Ngabuburit di Alun-alun Ciamis, Sambil Berburu Takjil"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA