Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Apr 2022 18:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ada Masjid Berusia 383 Tahun di Bone, Saksi Kejayaan Islam di Sulawesi

Agung Pramono
detikTravel
Masjid Tua Al-Mujahiddin sudah berusia 383 tahun. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Bone ke-13 La Maddaremmeng.
Foto: Masjid Tua Al Mujahidin (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Di Bone, Sulsel ada masjid berusia 383 Tahun bernama Masjid Tua Al-Mujahiddin. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Bone ke-13 di tahun 1639.

Masjid Tua Al-Mujahidin atau biasa disebut Laung'e berada di Jalan Sungai Citarum, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Bone, Sulsel. Masjid ini bisa menampung 500 jemaah.

Pada bagian belakang kawasan masjid digunakan sebagai area makam para raja dan kerabatnya, serta para keluarga ulama atau kadi. Kadi merupakan pendamping raja dalam mengurus syariat Islam.

Pintu masuk masjid terbuat dari kayu. Jumlahnya 9 buah, terdiri dari 3 pintu bagian depan, 3 pintu bagian samping kanan dan 3 pintu bagian samping kiri.

Di dalam masjid, dilengkapi dengan mimbar berbahan keramik, kaligrafi besar, kubah masjid, dan garasi.

Ketua Pengurus Masjid Tua Al-Mujahidin, Mahyuddin Syahid mengatakan masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Fakih Amrullah pada tahun 1639 pada masa pemerintahan Raja Bone ke-13 La Maddaremmeng. Sultan Faqih Amrullah adalah cucu dari Raja Tallo I Malingkang Daeng Manyonri.

"Masjid ini sewaktu era kerajaan di sinilah pusat pengembangan ajaran Islam, pusat dakwah Islam, pusat pembelajaran agama Islam baik dari keluarga raja, dan masyarakat Bone. Di sinilah pertama kali disebarkan agama Islam," katanya.

Mahyuddin menyebutkan, pada ujung kubah mimbar terdapat guci yang disebut mustika berasal dari China yang diperkirakan pada masa Dinasti Ming. Kubah atau puncak mimbar berwarna kuning keemasan dengan bergambar naga.

"Yang asli tinggal mimbar denganmihrab, tempat untuk imam. Masjid ini sudah berumur 383 tahun. Renovasi sudah seringkali dilakukan, namun tidak pernah merubah bentuk. Hanya menggantipapannya, marmer, dan dindingnya," jelasnya.

Saat bulan Ramadan masjid ini tidak pernah ketinggalan menggelar buka puasa bersama yang didukung oleh penduduk setempat secara bergiliran. Berbagai makanan khas Bugis disajikan. Warga juga rutin melakukan salat tasbih.

Selain itu, masjid ini dulunya pernah memiliki cerita-cerita mistis. Cerita itu berkembang pada tahun 1940-an dan baru berakhir pada tahun 1960-an.

"Dulu ini pernah ada kejadian aneh. Tidur di masjid, besok paginya langsung dipindahkan ke kuburan. Apalagi di samping masjid ada kuburan. Dulu memang keramat di masjid ini, apalagi keranda untuk jenazah ditempatkan di sini," sebutnya.


---

Artikel ini sudah naik di detikSulsel dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Menengok Masjid Bersejarah di Angke, Bekas Markas Rahasia Lawan Belanda"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA