Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Mei 2022 19:03 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Traveler Wajib Tahu, Ini Alasan Tidak Ada Alfamart dan Indomaret di Sumbar

Sejumlah masyarakat berbondong-bondong antre di minimarket demi mendapatkan satu liter minyak goreng kemasan. Hal tersebut dilakukan masyarakat karena saat ini kondisi minyak goreng mengalami kelangkaan di sejumlah daerah, Sabtu, (19/2/2022).
Alasan Minimarket tidak ada di Sumbar (Foto: Yuga Hassani)
Padang -

Mampir di gerai minimarket seperti Alfamart dan Indomaret biasanya jadi salah satu agenda traveler sebelum beristirahat di hotel tempat menginap. Beli cemilan di sana buat sekedar mengganjal perut setelah seharian lelah pelesiran.

Gerai minimarket biasanya tersebar hampir di semua kota di Indonesia, kecuali, di Sumatra Barat. Jangan heran jika tidak menemukan kedua gerai ini di wilayah tersebut. Bukan tanpa sebab, usut punya usut, ternyata pemerintah daerah (Pemda) Sumatra Barat tidak memberikan izin kepada perusahaan waralaba tersebut.

Alasannya memang cukup sederhana. Mengutip CNBCIndonesia.com, keberadaan Indomaret dan Alfamart ini tidak memiliki izin dari Pemda Sumbar karena dikhawatirkan akan mematikan bisnis kecil dan pedagang tradisional di daerah Padang. Kehadiran kedua minimarket waralaba ini dipercaya oleh pemerintah setempat bisa merusak ekonomi daerah Sumatra Barat dalam jangka panjang.

Masyarakat dikhawatirkan akan lebih tertarik untuk mengunjungi toko modern dengan barang-barang lengkap dan harga jual pasti.

Usaha ritel seperti Indomaret dan Alfamart memang mampu menyebar ke seluruh daerah sampai ke pedesaan dengan harga barang yang bersaing. Jika hal tersebut terjadi, keberadaan minimarket modern akan membuat pelanggan tidak mau lagi mengunjungi warung atau toko kelontong, sehingga pedagang tradisional akan terasingkan. Itulah mengapa Pemda setempat tidak memberikan izin masuk kepada bisnis ritel tersebut.

Tentu ini memberikan keuntungan tersendiri bagi para masyarakat lokal. Pemerintah daerah tidak memberikan izin tidak lain tidak bukan untuk melindungi warung dan minimarket lokal dengan mendorong kemajuan perekonomian di bidang UMKM tersebut.

Kebijakan ini nyatanya mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan di luar Sumatra Barat dengan harapan pengusaha lokal bisa bergerak di bidang ritel untuk mengambil peluang tersebut.

Pemda dan masyarakat Sumatra Barat meyakini bahwa warga lokal juga mampu membuat bisnis modern retail outlet (MRO) semacam toserba yang dimiliki oleh perorangan tanpa harus ada kehadiran kedua ritel waralaba tersebut. Apalagi orang Minang dikenal sebagai pelaku bisnis yang memiliki kebiasaan berdagang sejak zaman dulu.

Walaupun tidak ada Indomaret dan Alfamart di Padang, masih terdapat toko serba ada atau Toserba yang dikelola oleh warga lokal. Toserba atau minimarket lokal tersebut dimiliki oleh perorangan bukan bisnis waralaba.

Dengan begitu, Pemda Sumbar juga merancang pengganti waralaba minimarket yang bisa dikunjungi oleh masyarakat bernama "Halal Mart".

Halal Mart dirancang oleh Wali Kota Padang sebelumnya. Seluruh barang yang disediakan di Halal Mart akan diproduksi dan merupakan barang asli kota Padang sehingga tidak akan mengasingkan pedagang tradisional.

Saksikan juga Viral: Steak Kelas Hotel Bintang Lima, Harga Kaki Lima

[Gambas:Video 20detik]



(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA