Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 08 Mei 2022 20:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mitos Hutan Jati Angker di Wonogiri, Ambil Kayu Bisa Celaka

Suasana di Hitan Donoloyo Wonogiri
Foto: Hutan jati Donoloyo (Muhammad Aris Munandar/detikJateng)
Wonogiri -

Selain dilindungi peraturan perundang-undangan, cagar alam Donoloyo di Wonogiri juga 'dijaga' oleh mitos. Siapapun yang mengambil kayu di sini bakal celaka.

Hutan Jati Donoloyo berada di wilayah Desa Watusomo, Kecamatan Slogohimo,Wonogiri. Di hutan yang berjarak sekitar 40 kilometer di timur pusat kota Wonogiri ini terdapat ratusan pohon jati berukuran besar dan diyakini sudah berusia hingga ratusan tahun.

Konon, hutan itu merupakan peninggalan Eyang Donosari atau Ki Ageng Donoloyo, salah satu tokoh di Kerajaan Majapahit. Di hutan itu ada punden atau tempat keramat yang dihormati. Di punden itu terdapat tunggak jati yang diyakini ditanam oleh Ki Ageng Donoloyo.

Juru Kunci Hutan Donoloyo, Sunarto (55), membenarkan selama ini ada beberapa kejadian tak wajar yang bersifat mistis di Donoloyo. Kisah mistis atau kejadian aneh itu biasanya dialami oleh orang-orang yang dinilai tidak sopan atau kurang mengindahkan tata krama saat berkunjung ke Hutan Donoloyo.

Sunarto menceritakan, sekitar dua tahun lalu ada orang Solo yang berkunjung ke Donoloyo. Saat perjalanan pulang dari Donoloyo, mulai dari perbatasan Wonogiri-Sukoharjo, orang itu diikuti angin kencang. Setelah sampai di rumah teras rumahnya, orang itu didatangi angin puting beliung. Padahal, rumah di sekitarnya hanya diguyur hujan biasa.

"Saat berkujung ke sini orang itu kan membuat status di Whatsapp. Kemudian ada orang yang tahu kalau tempat yang dia kujungi itu bukan tempat biasa. Kemudian orang Solo itu balik ke Hutan Donoloyo dan menemui saya," kata Sunarto belum lama ini.

Orang itu lantas meminta petunjuk Sunarto atas kejadian yang dialaminya. Kepada Sunarto, orang itu mengaku tidak mengambil barang apapun di Hutan Donoloyo. Namun, dia mengakui telah berkata kasar dan terkesan marah. Kemudian, orang tersebut diantar ke punden untuk meminta maaf.

"Itu baru maido (mencela karena tidak percaya), belum mengambil apa-apa, sudah mengalami kejadian seperti itu. Itu menunjukkan kalau kita bertamu harus beretika. Buatlah orang yang mempunyai rumah bisa menerima kehadiran kita," terang Sunarto.

Sunarto mengungkapkan dirinya sudah beberapa kali menjumpai kejadian hal serupa. Menurut dia, orang yang mengambil barang apapun dari hutan jati Donoloyo atau berkata kotor akan mengalami kesakitan hingga dipersulit pekerjaannya.

"Intinya jangan mengambil sesuatu atau barang di sini tanpa sepengetahuan kami, meski itu hanya selembar daun jati yang jatuh. Biasanya ada yang ke sini dapat petunjuk agar mengambil kayu atau apa, ya saya ambilkan. Itu kan perintah Eyang Donoloyo, sehingga orang itu tidak mengalami kejadian aneh," ujar dia


---

Artikel ini sudah naik di detikJateng dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Lembut Nan Lezat, Menikmati Sayur Lombok Tempe Mlanding Wonogiri"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA