Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 16 Mei 2022 14:22 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

7 Fakta Patung Buddha Tidur Terbesar di Indonesia

Patung Buddha tidur di Mojokerto, Jatim
Patung Buddha tidur di Mojokerto (Basri Bachtiar/d'Traveler)
Mojokerto -

Patung Buddha tidur terbesar di Indonesia ada di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Berikut fakta-fakta tentang patung itu.

Patung Buddha tidur raksasa itu tepatnya berada di dalam Maha Vihara Mojopahit di Desa Bejijong, Trowulan, Mojopahit. Mojokerto, Jatim. Tepatnya, di sebelah selatan gedung Sasono Bhakti yang menjadi tempat sembahyang umat Buddha.

Patung berwarna emas itu menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jatim. Patung itu ramai pengunjung setiap akhir pekan. Setiap pengunjung harus membayar sumbangan dana kebersihan Rp 5.000 per orang dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak untuk masuk.

Pandita Maha Vihara Mojopahit, Sariyono, mengatakan Buddha Gautama lahir dengan nama Siddhartha Gautama di Taman Lumbini, Kota Kapilavastu, India tahun 623 sebelum masehi (SM). Ia anak tunggal penguasa Kerajaan Kosala, Raja Suddhodana dan Dewi Maha Maya.

Siddhartha mencapai pencerahan dan menjadi Buddha saat bertapa di bawah pohon Bodhi di Hutan Gaya, India tahun 588 SM pada usia 35 tahun. Buddha Gautama wafat setelah 40 tahun mengajarkan Agama Buddha pada tahun 543 SM.

Ketiga peristiwa tersebut terjadi pada waktu yang sama, yaitu pada purnama sidhi di Bulan Waisak dalam kalender Budha. Momen kelahiran, mencapai pencerahan dan wafatnya Siddhartha Gautama dirayakan sebagai Hari Raya Waisak oleh umat Buddha.

Selain itu, sejumlah fakta menarik dicatatkan patung Buddha tidur itu:

1. Patung Buddha tidur itu menggambarkan detik-detik wafatnya Buddha Gautama. Sang Budha wafat dengan posisi seperti tidur miring ke kanan dengan telapak tangan kanan menyangga kepalanya merujuk kebiasaan istirahatnya.

2. Sejarah pembangunan patung Buddha tidur erat kaitannya dengan pembangunan Maha Vihara Mojopahit. Keduanya sama-sama diprakarsai Bhikkhu Viriyanadi Maha Tera. Maha Vihara Mojopahit dibangun tahun 1987 dan diresmikan Gubernur Jatim, Soelarso, pada 31 Desember 1989. Sementara itu, patung Buddha tidur dibangun pada 1993 dengan melibatkan pematung dari Solo, Jateng, serta pematung dari Desa Bejijong dan Desa/Kecamatan Trowulan.

3. Sampai 1998 patung Buddha tidur belum ada warna, masih warna semen. Pengecatan pertama kali tahun 1999 dengan warna emas, warna yang dianggap paling bagus untuk menghormati Buddha

4. Tahun 2001 mendapatkan penghargaan dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai Patung Buddha Tidur Terbesar di Indonesia dengan ukuran panjang 22 meter, lebar 6 meter, tingginya 4,5 meter.

5. Relief pada permukaan dinding di bawah patung Buddha tidur raksasa memiliki makna penting. Relief sisi timur bersambung dengan sisi utara menceritakan perjalanan Buddha Gautama ke Kusinara sekitar 3-6 bulan sebelum ia wafat. Kala itu, Siddhartha lebih banyak dalam posisi tiduran miring ke kanan selama mengajarkan ajaran Buddha kepada para pengikutnya.Relief bagian selatan satu rangkaian dengan bagian barat menceritakan hukum sebab akibat.

6. Patung Buddha Maha Paranibbana dibangun sangat megah sebagai simbol ritual pradaksina di agama Buddha. Yaitu, prosesi mengelilingi objek-objek yang dihormati dalam ajaran Buddha di area vihara yang dilakukan searah jarum jam dengan posisi objek selalu di sebelah kanan.

7. Patung Buddha tidur di Mojokerto ini menjadi yang terbesar ketiga di dunia setelah Thailand dan Nepal.

***

Artikel selengkapnya bisa disimak di detikJatim, klik di sini.



Simak Video "Berfoto dengan Belut Raksasa di Desa Wai, Maluku"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Eureka!
×
Rahasia Borobudur
Rahasia Borobudur Selengkapnya