Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Jun 2022 11:06 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Wisata Sejarah Jakarta sambil Jalan Kaki, Asyik, Sehat, dan Hemat

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Wisata menyusuri Distrik Kebayoran bersama Ngopi Jakarta (Ngojak).
Foto bersama saat Ngojak ke-30 edisi Kebayoran. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pilihan berwisata kini semakin bervariasi. Mulai dari wisata konvensional dengan mengunjungi sendiri destinasi-destinasi yang diinginkan, wisata berkelompok, hingga wisata virtual. Salah satu pilihan berwisata yang menggeliat kembali adalah walking tour alias wisata jalan kaki.

Wisata jenis ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, belakangan ini walking tour semakin diminati sebagai salah satu cara berwisata yang aman dan nyaman pasca pandemi di kota-kota besar di Indonesia. Di Jakarta, terdapat beragam pilihan walking tour yang dapat diikuti. Hal ini bisa disesuaikan dengan rute yang dituju, bujet yang dimiliki, hingga suasana yang diinginkan.

Salah satu komunitas yang menawarkan wisata jalan kaki adalah Ngopi Jakarta atau Ngojak. Komunitas ini dapat travelers temui melalui Instagram pada akun @Ngopijakarta. Ngojak sudah memulai perjalanan walking tour mereka sejak tahun 2016. Komunitas ini digagas oleh Achmad Sofiyan. Ia menginisiasi komunitas serta kegiatan walking tour dengan misi ingin memperkenalkan Jakarta dengan cara yang berbeda.

Achmad Sofiyan atau yang akrab disapa Mas Sofiyan kemudian menggandeng teman-temannya yang memiliki ketertarikan dengan lingkungan dan tata kota. Namun, mereka sepakat bahwa mereka tidak ingin menjadi sebuah travel agent atau travel tour. Hingga akhirnya terbentuklah Ngopi Jakarta, sebuah komunitas yang menjadi wadah untuk belajar bersama. Dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mengapresiasi ruang, kota, sejarah, dan budaya dari tempat-tempat yang dikunjungi.

Awalnya, mereka berfokus pada penelusuran kehidupan di perkampungan sekitar aliran Sungai Ciliwung. Setelah tema ini habis, barulah Ngopi Jakarta mulai menjelajahi wilayah-wilayah lain yang ada di Jakarta. Namun, berbeda dengan walking tour dari travel agent, Ngopi Jakarta mengajak pesertanya untuk mengeksplorasi wilayah-wilayah yang ada di sekitarnya.

Wisata menyusuri Distrik Kebayoran bersama Ngopi Jakarta (Ngojak).Wisata menyusuri Distrik Kebayoran bersama Ngopi Jakarta (Ngojak). Foto: Agung Pambudhy

"Seperti namanya Ngopi Jakarta, bagaimana kita ingin mengenali lebih jauh tempat-tempat yang ada di Jakarta. Baik itu asal-usulnya, peninggalan-peninggalannya, dan lain-lain. Yang pasti Ngopi Jakarta itu wisata anti-mainstream lah. Biasanya orang-orang mengunjungi Monas, Kota Tua, tapi kita coba ngajak temen-temen Ngopi Jakarta untuk mengenal wilayahnya," ungkap Achmad Sofiyan saat diwawancarai setelah penjelajahan Ngojak ke 30 edisi Kebayoran beberapa hari lalu.

Meski bernama Ngopi Jakarta, namun rute yang dibuka oleh Ngojak tidak terbatas pada Kota Jakarta saja. Beberapa rute yang pernah dieksplor oleh teman-teman Ngojak di antaranya yaitu: Jelajah Kampung Betawi: Condet; Masih Ada, Depok dan Kisah Dua Belas Marga, Kampung Kuningan: Jejak Islam di Segitiga Emas, Weltevreden: Mahakarya Arsitektur dari Daendels hingga Sukarno, Passer Baroe: Dari Pecinan Terakhir Batavia Hingga New Delhi-nya Jakarta, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan unggahannya di Instagram pada 6 Mei 2022, Ngojak telah melakukan sebanyak 41 kali penjelajahan ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pada tahun-tahun awal berkegiatan, Ngojak masih merupakan walking tour gratis yang terbuka untuk umum. Namun, kini Ngojak berinisiatif untuk memasang tarif donasi sebesar minimal Rp 35.000 untuk peserta yang ingin mengikuti perjalanannya.

Biaya pendaftaran ini dialokasikan untuk berdonasi ke tempat-tempat yang dikunjungi serta memfasilitasi peserta dengan makalah perjalanan. Pembagian makalah pada peserta diharapkan dapat membuat peserta membagikan kembali kisah-kisah perjalanan yang didapatnya. Dengan begitu, kisah-kisah tersebut dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Selain rute yang berbeda dengan walking tour lain, Ngopi Jakarta juga memiliki misi untuk menerbitkan buku perjalanan dari berbagai ekspedisi yang telah dilakukan setiap tahunnya. Sebelum pandemi, Ngojak sudah berhasil menerbitkan dua buku perjalanan.

Kemudian, keunikan lain dari walking tour bersama Ngojak adalah pilihan rute yang tidak pernah berulang. Achmad Sofiyan menyebutnya dengan istilah tidak pernah remedial.

"Yang unik dari Ngopi Jakarta kita tidak pernah me-remedial rute yang pernah kita jelajahi. Jadi bedanya kita dengan travel agent atau tur, kalo mereka akan jalan-jalan ke rute yang memang menjadi jadwal mereka. Kalau kita, selama kita masih ada tema-tema baru, rute-rute sebelumnya (yang sudah pernah) belum akan kita jelajahi kembali," ujarnya.

Selanjutnya Walking tour terbuka untuk umum

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Chinatown Glodok Jadi Wisata Walking Tour Paling Favorit"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA