Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 19 Jun 2022 20:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Makam Keramat di Medan yang Diziarahi Beragam Suku Bangsa

Nizar Aldi
detikTravel
Makam keramat Datuk Darah Putih di Medan
Foto: Makam Datuk Darah Putih (Nizar Aldi/detikcom)
Medan -

Di Medan ada sebuah makam keramat yang unik karena dikunjungi oleh berbagai macam suku. Makam Datuk Darah Putih, begitu warga mengenalnya. Ada mitos meliputi makam ini.

Makam Datuk Darah Putih terletak di Jalan Palang Merah, Kelurahan Aur, Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara. Makam tersebut ramai dikunjungi oleh berbagai macam suku. Ada yang berziarah dan sembahyang di makam yang dianggap keramat itu.

Penjaga makam, Nesia Talib (64) mengaku tidak tahu siapa yang dimakamkan di tempat tersebut. Begitu juga nama asli, dia hanya tahu yang dijaganya itu makam Datuk Darah Putih.

"Nama aslinya tidak tahu, tahunya datuk darah putih, kemudian dibuat lah di makam tersebut papan nama Datuk Darah Putih," kata Nesia di Medan, Sabtu (28/05/2022).

Ada yang memperkirakan makam Datuk Darah Putih telah berusia lebih dari 500 tahun. Tapi Nesia tidak tahu pasti. Menurutnya Ada dua makam di lokasi tersebut, konon katanya satu lagi merupakan makam dari istri Datuk Darah Putih, mereka bersuku melayu dan beragama Islam.

"Nggak tau, tapi katanya Melayu Islam kata peneliti-peneliti gitu," kataNesia.

Makam keramat tersebut terletak persis di pinggir jalan, tepat di depan rumah yang dihuni oleh Nesia, rumah dan makam tersebut dikelilingi oleh tembok beton. Nesia menempati rumah tersebut seorang diri, dia yang mengelola dan membersihkan makam tersebut.

Oleh warga sekitar, makam Datuk Darah Putih tersebut kerap disebut Makam Keramat. Sehingga banyak orang yang datang sembahyang atau ziarah.

"Kalau orang Tionghoa yang datang katanya sembahyang datuk, kalau orang Indonesia yang datang kemari katanya ziarah," tuturnya.

Adapun yang mendatangi makam tersebut dari berbagai suku dan bangsa, seperti Tionghoa, India, Batak, Melayu, Jawa dan lainnya dengan berbagai niatan dan tujuan.

"Mereka minta jualannya atau usahanya lancar-lancar," sebutnya.

Kamis merupakan waktu yang paling ramai Makam Datuk Darah Putih tersebut dikunjungi, makam tersebut akan mulai didatangi sejak pagi sampai malam harinya. Jumlah yang datang lumayan ramai, sampai ratusan orang.

Biasanya, Pengunjung atau peziarah datang sambil membawa bunga dan buah pisang. Sehingga dia dan warga sekitar berjualan di trotoar yang ada di depan makam tersebut.


----

Artikel ini telah naik di detiksumut dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Makam Keramat Karang Rupit, Jejak Sejarah Penyebaran Islam di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA