Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Jun 2022 16:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Wisata Horor Jawa Tengah: Lorong Bawah Tanah Lawang Sewu

Tim detikcom
detikTravel
Lawang Sewu
Foto: (Rendi Ardian/d'travelers)
Jakarta -

Lawang Sewu di Semarang hampir selalu menempati urutan pertama dalam daftar wisata horor Jawa Tengah. Salah satu simbol horor di Lawang Sewu adalah ruang bawah tanahnya, yang dalam beberapa tahun terakhir ini ditutup pihak pengelola karena faktor keamanan. Sebenarnya, ada apa di ruang bawah tanah Lawang Sewu?

Ruang bawah tanah Lawang Sewu itu berupa lorong yang tingginya tak lebih dari dua meter. Di beberapa celah, atap lorong itu lebih rendah. Sehingga orang yang masuk ke dalamnya harus membungkuk.

Beberapa tahun sebelum lorong bawah tanah itu ditutup, detikcom pernah menyusuri ke dalamnya. Di lorong itu orang harus mengenakan sepatu boot. Sebab, lantainya selalu dibanjiri air.

Pada masa penjajahan Jepang, lorong bawah tanah di gedung peninggalan Belanda yang didirikan pada 27 Februari 1904 itu pernah difungsikan sebagai tempat tahanan.

Lawang sewu 4Lawang sewu 4 Foto: detik

Dilansir dari jurnal Analisis Lawang Sewu sebagai Destinasi Dark Tourism terhadap Pengalaman Wisatawan Nusantara (Studi Kasus Bangunan Bersejarah Lawang Sewu) tahun 2018, ada tiga macam ruangan penjara di lorong bawah tanah Gedung B Lawang Sewu.

1. Penjara Berdiri

Dalam jurnal karya F. Darmawan F, N Mellina, dan YP Mbulu itu dijelaskan bahwa lorong bawah tanah tersebut kondisinya masih utuh. Dulu, lorong bawah tanah itu fungsinya sebagai pondasi dan genangan air untuk penyejuk.

Pada masa kependudukan Jepang, lorong bawah tanah itu dimanfaatkan sebagai ruangan penyekapan penjara para tahanan. Salah satunya adalah penjara berdiri.

Ruangan penjara berdiri itu berukuran kecil dan berjejer. Tiap satu ruangan lebarnya hanya sekitar 1 x 1 meter.

"Dalam ruangan penjara berdiri ini biasanya terdapat enam hingga tujuh tahanan," dikutip dari jurnal yang terbit dalam Journal of Tourism Destination and Attraction Vol 6 No 1 (2018) itu.

2. Penjara Jongkok

Penjara jongkok ini ruangannya sedikit lebih lebar dari penjara berdiri. Lebar ruangannya sekitar 1,5 meter. Namun, tinggi ruangannya hanya sekitar 1 meter.

"Para tahanan harus jongkok di dalamnya dan diisi air hingga sebatas leher lalu bak itu ditutup teralis besi," dikutip dari detikNews.

3. Ruang Penyiksaan

Menurut tiga peneliti dari Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Jakarta itu, ruang penyiksaan di lorong bawah tanah Gedung B Lawang Sewu bentuknya petak persegi empat. Di dalam ruang penyiksaan itu terdapat tempat pemasungan kepala.

Di tempat tersebut, tahanan akan dipasung dengan pedang di dalam sebuah bak. Konon, setelah dipasung, badan dan kepala tahanan itu akan ditenggelamkan ke sungai dengan jalan bawah tanah.

Sementara itu, penjara di lorong bawah tanah Gedung B Lawang Sewu memang bukan ditujukan untuk menahan. "Namun untuk menyiksa para tahanan hingga kemudian tewas dan dilempar ke sungai di belakang Lawang Sewu." kata narasumber kami.

---

Artikel ini telah tayang di detikJateng.



Simak Video "Lawang Sewu, Jejak Sejarah Bangunan Kuno Peninggalan Belanda, Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA