Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 09 Jul 2022 08:42 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengintip Isi Pura Mangkunegaran, Ada Pendopo hingga Ruang Terlarang

Putu Intan
detikTravel
Pura Mangkunegaran Solo
Pura Mangkunegaran Solo. Foto: Putu Intan/detikcom
Solo -

Kota Solo memiliki dua keraton, salah satunya Pura Mangkunegaran. Istana ini masih digunakan untuk aktivitas kerajaan serta menyimpan benda bersejarah.

Pura Mangkunegaran dibangun pada 1757 oleh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa. Ia kemudian kerap disebut sebagai Kanjeng Gusti Pangerang Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I.

Sudah ratusan tahun berdiri, Pura Mangkunegaran tetap eksis di zaman moderen. Bahkan saat ini Pura Mangkunegaran dikenal sebagai objek wisata yang wajib didatangi bila berlibur di Kota Solo.

detikcom sempat menyambangi istana tersebut beberapa waktu lalu. Tepat saat liburan sekolah, suasana Pura Mangkunegara cukup ramai dikunjungi anak-anak bersama orang tua mereka.

Untuk masuk ke sana, traveler membayar tiket Rp 20.000 per orang. Traveler akan didampingi pemandu (guide) yang akan menjelaskan sejarah istana.

Selain itu, traveler juga akan dipinjami kain serta tas untuk menyimpan alas kaki karena pada area tertentu, traveler harus bertelanjang kaki.

Memasuki kawasan istana, kesan pertama yang terlintas adalah Pura Mangkunegaran sangat terawat. Istananya bersih dan bangunannya apik.

Untuk diketahui, saat ini istana tersebut masih digunakan oleh pangeran saat ini yakni Gusti Pangeran Haryo Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo atau Mangkunegara X. Di sana juga kerap dilakukan acara seni dan budaya, selain sehari-hari dibuka untuk wisata masyarakat.

Pura Mangkunegaran SoloPendopo Ageng di Pura Mangkunegaran Solo. Foto: Putu Intan/detikcom

Nah, saat masuk ke Pura Mangkunegara, traveler akan melalui Pendopo Ageng. Di sini traveler wajib melepas alas kaki dan merasakan langsung dinginnya lantai marmer yang diimpor dari Italia.

Menurut penjelasan pemandu, lantai ini awalnya berwarna putih. Namun sekarang menjadi kecokelatan karena sempat terendam banjir setinggi 2 meter pada 1966. Uniknya, bagian tengah lantai marmer itu ada yang tetap berwarna putih.

Ketika melangkah di Pendopo Ageng, traveler akan disambut alunan gamelan. Saat kunjungan detikcom, gamelan yang dimainkan adalah Gamelan Seton. Ada juga gamelan lain yaitu Gamelan Kanyut Mesem dan Gamelan Kyai Pelipur Sari.

Bagian istana selanjutnya adalah Paringgitan. Ini merupakan area pemisah antara Pendopo Ageng dan Dalem Ageng.

Pura Mangkunegaran SoloParinggitan di Pura Mangkunegaran Solo. Foto: Putu Intan/detikcom

Di sana traveler dapat melihat lukisan penguasa Mangkunegaran mulai dari Mangkunegara VII, VIII, dan IX dan istrinya. Lukisan-lukisan itu merupakan karya Basuki Abdullah.

Ruangan selanjutnya adalah Dalem Ageng. Pada bagian ini, traveler dilarang memotret. Di sana tersimpan koleksi Pura Mangkunegaran, seperti tempat sesaji untuk Dewi Sri, perhiasan, keris, medali, hingga harimau asli yang diawetkan.

Selesai menjelajahi Dalem Ageng, traveler akan diajak menuju taman yang disebut Bale Warni. Ini merupakan tempat para putri keturunan Mangkunegaran beraktivitas.

Pura Mangkunegaran SoloBale Warni di Pura Mangkunegaran Solo. Foto: Putu Intan/detikcom

Selain Bale Warni juga ada Bale Peni yang merupakan tempat para putra Mangkunegaran. Bale Peni ini merupakan area privat yang dilarang dimasuki pengunjung, karena di situlah raja tinggal dan beraktivitas.

Halaman berikutnya >>> Ruang keluarga Mangkunegaran

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tarik Minat Wisatawan, Pura Mangkunegaran Solo Adakan Latihan Tari"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA