Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 13 Agu 2022 11:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tahu Nggak Rek? Surabaya Punya Gong Raksasa Lho

Deny Prasetyo
detikTravel
Gong raksasa di Surabaya
Gong raksasa di Surabaya (Deny Prasetyo/detikJatim )
Jakarta -

Surabaya ternyata ada gong raksasa. Gong raksasa ini bernama Gong Monjaya atau Gong Kyai Tentrem. Lokasinya berada di kompleks Monumen Jalasveva Jayamahe atau Monjaya, Surabaya.

Gong Kyai Tentrem memiliki diameter 5 meter dengan tebal 6 milimeter dan memiliki berat 2,2 ton. Gong tersebut dibuat seniman gamelan bernama Sutarjo dari Yogyakarta. Karena ukurannya yang besar, proses pembuatan gong ini membutuhkan waktu satu tahun.

Monumen Jalasveva Jayamahe atau yang dikenal dengan Monjaya merupakan salah satu bangunan ikonik di Surabaya. Monumen Monjaya merupakan wisata edukasi maritim.

Monuman Jalasveva Jayamahe berada di kawasan Mako Armada II. Monumen ini terdiri dari dua bagian bangunan, yakni patung Jalesveva Jayamahe dengan ketinggian 31 meter. Sedangkan, bangunan yang menopangnya sekaligus menjadi museum mempunyai ketinggian 29 meter.

Gong raksasa di SurabayaGong raksasa di Surabaya Foto: Deny Prasetyo/detikJatim

Sehingga, total ketinggian monumen dan patung yakni 60 meter. Patung ini dirancang khusus oleh seniman patung I Nyoman Nuarta.

Kadispotmar Koarmada II Kolonel Laut (P) Mohamad Bayu Pranoto mengatakan, Gong Kyai Tentrem merupakan satu kesatuan dengan Monumen Jalasveva Jayamahe. Bayu mengatakan, ada alasan khusus dalam pemberian nama gong ini.

"Kenapa di beri nama Gong Kyai Tentrem, pada tahun 1995, tetap satu tahun sebelum seluruh komplek Monjaya diresmikan oleh bapak Soeharto pada 5 Desember 1996. Gong ini dibuat oleh seniman asal Yogyakarta bernama Sutarjo," ungkap Bayu kepada detikJatim, Sabtu (13/8/2022).

Lalu, apa filosofi dibuat dan dibangunnya Gong Kyai Tentrem ini? Bayu mengungkapkan, gong ini sebagai bentuk tanda dan peringatan untuk menyampaikan pesan.

"Filosofi gong ini dibuat dengan nama Kyai Tentrem, seperti kita ketahui bersama bahwa kalau kita dulu kecil di kampung-kampung, di daerah-daerah khususnya di Jawa itu sering kita ketahui, gong-gong yang pada umum digunakan sebagai bentuk peringatan, sebagai satu bentuk tanda, sebagai satunya bentuk adanya berita-berita (pesan) yang ingin disampaikan," ungkap Bayu.

Selain itu, Bayu menambahkan, dengan dibuatnya Gong Kyai Tentrem sedemikian rupa, harapannya bisa sebagai satu peringatan kepada warga Indonesia, bahwa Angkatan Laut siap memberikan perlindungan, ketentraman dan keamanan bagi seluruh laut di negeri ini.

"Dengan demikian, maka seluruh jajaran Angkatan Laut, Koarmadanya, alutsista (alat utama sistem senjata) pun dengan sigap akan memberikan perlindungan, akan memberikan pengayoman terhadap semua laut yang ada di negeri tercinta ini," tandas Bayu.



Simak Video "Konser Westlife di Surabaya Obati Rindu Fan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA