Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 03 Sep 2022 06:12 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Bukan Jabat Tangan, Orang Sumba Saling Tempel Hidung saat Berjumpa

Putu Intan
detikTravel
Salam Tempel Hidung di Kupang, NTT. Disebutnya Hengedo atau Aur Panaf
Salam tempel hidung. Foto: (Awi Willyanto/d'Traveler)
Jakarta -

Tahukah kamu, orang Sumba punya salam yang unik ketika saling jumpa. Mereka akan menempelkan hidung satu sama lain.

Kita mengenal beberapa cara menyapa yang digunakan masyarakat dunia mulai dari berjabat tangan, cium pipi, dan membungkuk. Sementara itu, masyarakat Sumba akan menempelkan hidung ketika bertemu seseorang.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, tradisi menempelkan hidung ini disebut udoko. Sedangkan masyarakat di Sumba Timur menyebutnya sebagai mpudokong sementara di Sabu disebut Henge'do.

Bagi masyarakat Sumba, tradisi menempelkan hidung ini menjadi simbol kekerabatan. detikcom pernah menanyakan perihal makna tersebut kepada mantan Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu.

"Yaitu lambang persahabatan ya, lambang kedekatan bahwa Presiden Jokowi yang orang baru itu sudah jadi bagian dari keluarga itu, sebagai anak, sebagai bapak, saudara-saudara," kata Marius.

Kegiatan saling menempelkan hidung itu mengisyaratkan bahwa tidak ada jarak antara dua individu. Selain itu, saling menempelkan hidung dipercaya dapat meredam konflik. Bahkan, ada kepercayaan bila dua individu sudah menempelkan hidung, segala masalah dapat diselesaikan.

"Jadi kalau pun di sana ada konflik, kalau sudah cium hidung sudah selesai, jadi nilainya sangat tinggi sekali. Kalau salaman kan basa basi ya, kalau cium hidung itu sudah dekat sekali," ujar Marius.

Selain itu, menurut budayawan sekaligus Pastor Robert Ramone CSSR, menempelkan hidung yang digunakan untuk bernapas berarti juga kehidupan. Oleh sebab itu, prosesi menempelkan hidung dianggap penting buat orang Sumba.

Selain orang Sumba, tradisi menempelkan hidung saat berjumpa juga dilakukan suku Maori di Selandia Baru dan masyarakat Oman. Namun bedanya, baik orang Maori maupun Oman akan menempelkan dan menggesekkan hidung satu sama lain. Sementara orang Sumba hanya menempelkan hidung saja.

Sampai saat ini, tradisi menempelkan hidung masih terus dilakukan. Jadi, ketika traveler datang ke Sumba atau NTT secara umum, jangan kaget ya bila diajak menempelkan hidung. Itu tandanya kamu disambut baik oleh masyarakat setempat.



Simak Video "Kesegaran Jus Buah Segar, Cocok Dinikmati Pinggir Pantai, Sumba"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA