Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 05 Sep 2022 14:03 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah di Balik Resort Satu-satunya di Wini, Didedikasikan untuk Ortu

Angga Laraspati
detikTravel
Kisah di Balik Resort Satu-satunya di Wini, Didedikasikan untuk Ortu
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Timor Tengah Utara -

Kota Kecil Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Meski letaknya sekitar 240 km dari Kota Kupang, wilayah ini menyimpan potensi wisata bahari yang luar biasa.

Walau begitu, tidak mudah untuk menemukan penginapan di Kota Kecil Wini. Hanya ada satu penginapan yang bisa digunakan oleh para pelancong untuk beristirahat selama berada di daerah ini. Nama penginapan itu adalah Resort Marjon.

Pemiliknya Ishak Marjon Boik mengatakan alasan dirinya berani membuka sebuah resort di Wini adalah karena keberadaan PLBN yang tahun 2018 diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Dari situ, sebagai warga Timor Tengah Utara, Ishak merasa terpanggil untuk mengembangkan fasilitas pariwisata di Wini.

"Saya melihat pariwisata maju karena ada fasilitas, dan kita harus berani memulai. Seiring dengan Jokowi bangun PLBN saya punya analisa bisnis kalau border pasti akan banyak pengunjung, dan kalau ada fasilitas hotel mereka akan lebih banyak untuk datang ke Wini," kata Ishak kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, Ishak menjelaskan ia membangun Resort Marjon ini karena dengan adanya PLBN maka akan semakin banyak warga Jakarta yang datang untuk survei. Ditambah lagi dengan adanya pelabuhan Wini semakin membuat daerah tersebut ramai akan pengunjung.

"Saya melihat makin banyak orang yang kesulitan mencari penginapan, dan ini saya lihat menjadi sebuah potensi bisnis yang harus ditangkap," ungkap Ishak.

Adapun resort ini dibangun sekitar tahun 2015 ketika PLBN Wini mulai dibangun dan mulai beroperasi di awal tahun 2016. Untuk pengunjung yang menginap di sini pun juga bisa dibilang sangat banyak, apalagi ketika sedang ada event pacuan kuda.

Bayangkan saja untuk memesan satu kamar ketika sedang ramai, pengunjung harus memesannya dari jauh-jauh hari. Ishak mengatakan tamu bisa memesan kamar kurang lebih H-2 minggu sebelum hari ia menginap.

"Untuk pemesanan kamar di hotel ini, ketika ada acara ya minimal 2 minggu karena kalau tidak pesan di hari itu, karena keterbatasan kamar bisa tidak dapat," imbuhnya.

Ini Resort Pionir di Wini, Sederhana tapi Punya Panorama IndahFoto: Andhika Prasetia/detikcom

Tak hanya itu, resort ini menjadi tempat istirahat bagi masyarakat yang beraktivitas di Wini, termasuk pengunjung yang melakukan aktivitas ke Timor Leste. Beberapa di antaranya juga merasa senang karena disajikan oleh laut dan langit biru yang disajikan oleh alam di sekitar resort.

Ia juga mengungkapkan resort 17 kamar itu berdiri di atas tanah 1 hektare milik orang tuanya. Ia hanya tinggal menyiapkan modal untuk membangun fasilitasnya. Ishak pun mengatakan resort yang ia bangun itu memang didedikasikan untuk orang tuanya.

"Maka saya namakan Resort Marjon itu, 'Mar' itu nama ibu saya Mariana, 'Jon' itu nama ayah Johanes dan kebetulan jadi nama tengah saya, saya rasa itu jadi yang terbaik saya dedikasikan untuk orang tua saya," tutur Ishak.

Untuk pembangunannya, Ishak mengaku butuh modal yang cukup besar yaitu sekitar Rp 600 juta. Fasilitasnya pun cukup mumpuni dengan kamar berukuran 4x6 meter yang dilengkapi AC dan TV, ada juga restoran yang menyediakan breakfast, kolam renang, dan juga private beach.

Kisah di Balik Resort Satu-satunya di Wini, Didedikasikan untuk OrtuFoto: Andhika Prasetia/detikcom

Dalam pembangunannya, Ishak juga mendapat bantuan kredit dari Bank BRI. Pada tahap awal, Ishak mendapatkan Rp 500 juta yang dipakainya untuk menambah fasilitas di resortnya. Pinjaman itu pun lancar dan mampu dibayarkan secara bertahap.

"Sebenarnya sama Bank BRI sudah tahap kedua ini, tahap awal itu saya dikasih Rp 500 juta itu untuk menambah fasilitas, karena yang bikin mahal hotel itu fasilitasnya. Itu tidak ada masalah lancar, kita ditawarkan tahap 2 Rp 700 juta," jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Kefamenanu Abid Rahman Martono menuturkan BRI hadir untuk membantu perekonomian masyarakat di Wini dengan menyalurkan kredit lewat program KUR atau Kupedes.

"Sampai dengan semester 1 2022 ini cukup baik dibanding akhir 2021 kemarin, penyaluran kredit tumbuh sebanyak 3% dan didominasi oleh sektor KUR," imbuh Abid.

Sebagai informasi, detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Dedikasi Guru di Pedalaman NTT, Rela Mengajar Meski Berstatus Honorer"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA