Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 08 Sep 2022 13:42 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Jejak Freemason Ternyata Ada di Gedung DPRD DIY, Sudah Tahu Belum?

Tim detikJateng
detikTravel
gedung dprd diy
Foto: Gedung DPRD DIY (Edzan Raharjo/detikcom)
Yogyakarta -

Gerakan Freemason ternyata pernah eksis di Yogyakarta. Jejaknya bisa traveler temui di Gedung DPRD Provinsi DIY. Seperti apa kisahnya?

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) adalah bangunan kuno yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui Peraturan Menteri Budaya dan Pariwisata Nomor PM.89/PW.007/MKP/2011.

Gedung DPRD DIY berada di Jalan Malioboro, salah satu pusat wisata di Jogja. Diperkirakan gedung ini dibangun di akhir abad ke-19. Sesuai corak bangunan di masa itu, Gedung DPRD DIY memiliki langgam indis.

Pusat Gerakan Freemason di Jogja

Gedung DPRD DIY ini pada masa kolonial Belanda digunakan untuk pusat gerakan Freemason di Jogja. Gerakan Freemason memang sudah mulai masuk ke Hindia Belanda di era 1760.

Dikutip dari laman Kemdikbud, gedung ini digunakan sebagai tempat pertemuan para anggota Freemason dalam melaksanakan kegiatan organisasi. Meski kehadirannya menimbulkan pro dan kontra, namun organisasi itu memiliki banyak pengikut.

Bahkan, beberapa keluarga ningrat di Yogyakarta juga ikut dalam gerakan tersebut. Penggunaan gedung itu untuk pusat gerakan Freemason di Jogja membuat bangunan itu juga dikenal dengan sebutan Gedung Mason.

Berbagai kegiatan yang dilakukan bersifat eksklusif, berkaitan dengan spiritualitas juga membuat gedung itu mendapat sebutan sebagai Huis van Overdenking atau Omah Pewangsitan.

Nama Omah Pewangsitan yang terlalu panjang akhirnya disederhanakan oleh masyarakat sekitar yang menyebutnya sebagai Gedung Setan. Penggunaan gedung sebagai pusat kegiatan Freemason akhirnya terhenti saat Jepang menduduki Jawa.

Gedung Freemason di Era Kemerdekaan

Pada awal kemerdekaan, Presiden Soekarno memindahkan ibu kota dari Jakarta menuju Jogja untuk alasan keamanan. Hal itu membuat Gedung Mason itu berubah fungsi untuk kegiatan sosial politik.

Di masa itu gedung tersebut digunakan untuk tempat berkantor Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP).

Sedangkan di 1949, setelah ibu kota kembali lagi ke Jakarta, Kesultanan Jogja menyerahkan pemakaian gedung kepada Pemerintah Daerah DIY untuk digunakan sebagai Gedung DPRD DIY.


----

Artikel ini telah naik di detikJateng dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Penganiayaan di Depan Asrama Mahasiswa di DIY, Satu Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA