Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 05 Jan 2023 16:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kuburan Terbuka Desa Terunyan Bali yang Tak Lagi Terasa Angker

Desa Terunyan atau Trunyan Bali
Desa Terunyan atau Trunyan Bali (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Denpasar -

Beberapa waktu lalu, tim detikcom menyambangi kembali Desa Terunyan atau Trunyan di Bangli, Bali. Ekspektasi tinggi tentang destinasi yang kelewat horor malah tidak kami rasakan.

Kami datang sehari sebelum hari raya Natal di sekitar pukul 14.00 WITA. Awan hitam tebal menggelayut di atas Danau Batur di kala kami datang.

Ketika kami sampai di Desa Terunyan, yang sudah masuk kategori desa wisata, dermaga yang ada di sana masih terbilang jelek karena terbuat dari bambu. Ketika keluar dari mobil, langsung ada beberapa ibu-ibu yang mengerubung meminta uang dan itu cukup mengganggu.

Pengalaman pertama kami terganggu dengan hal demikian. Perjalanan kami setelah sampai di Danau Batur sudah dipandu seseorang penunjuk jalan hingga ke Desa Terunyan setelah menanyai tujuan kami.

Desa Terunyan atau Trunyan BaliDitadah di Desa Terunyan atau Trunyan Bali (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Tiada tiket dan harga-harga pasti membuat kami merasa tak nyaman untuk kedua kali. Setelah nego harga kapal, kami berangkat ke kuburan terbuka Desa Terunyan yang berada di beberapa balik bukit sebelah utara desa.

Satu lagi, angin cukup kencang juga mengiringi kami ke kuburan terbuka Desa Terunyan. Ombak cukup besar begitu terasa menerpa kapal kecil kami.

Karena bukit itu terjal, kami diberi tahu bahwa satu-satunya akses ke lokasi adalah dengan menaiki kapal. Setibanya di dermaga di kuburan terbuka Desa Terunyan, bangunan baru nan cantik menyambut kami.

Naik ke atas dermaga, kami harus membayar lagi donasi sukarela. Penarikan ini tak sesuai dengan info yang katanya sudah termasuk pembayaran kami di awal dan tentu itu memberikan kesan minus kedua.

Beberapa orang turis sudah terlihat selesai berkunjung ke kuburan terbuka Desa Terunyan. Giliran kami masuk, memang tiada bau busuk yang terlalu di penciuman kami, namun sisa proses pembusukan mayat tetaplah ada, tidak sepenuhnya wangi.

Kesan horor tidak kami dapati dalam kunjungan ini karena tempat yang kini sudah tertata rapi. Kuburan terbuka Desa Terunyan Bali begitu ramai selepas kami keluar dari lokasi dengan puluhan rombongan datang silih berganti memadati area itu. Mungkin, jika tidak ada pembangunan di sana dan kami datang sendiri atau satu per satu kelompok yang datang akan berbeda rasanya.

Desa Terunyan atau Trunyan BaliDermaga kuburan terbuka Desa Terunyan atau Trunyan Bali yang cantik menghilangkan kesan angker (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)


Simak Video "Pengalaman Menjelajahi Kuburan Desa Trunyan yang Unik"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA