×
Ad

Desa Pemuteran Bali, Desa Terbaik Versi UNWTO 2025

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Senin, 22 Des 2025 12:15 WIB
Keindahan Pantai Pemuteran di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. (Made Wijaya Kusuma)
Jakarta -

Desa Wisata Pemuteran di di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali masuk 52 kategori desa wisata terbaik versi UNWTO 2025. Apa keunggulannya?

UN Tourism (UNWTO) menetapkan Desa Wisata Pemuteran sebagai salah satu desa terbaik di dunia pada 2025. Melansir situs resminya, pengakuan bergengsi ini diberikan melalui ajang Best Tourism Village 2025, yang diikuti oleh 270 desa dari 65 negara anggota. Prestasi tersebut semakin menguatkan posisi Pemuteran sebagai destinasi ekowisata berkelas internasional.

Kemenpar mencatat, sebelumnya, Desa Wisata Pemuteran juga telah mendapatkan apresiasi tingkat regional melalui ASEAN Tourism Standard untuk kategori Community-Based Tourism (CBT) 2023-2025.

Dua pencapaian itu menunjukkan keberhasilan masyarakat Pemuteran dalam mengelola pariwisata berbasis komunitas yang tetap menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.

Terletak di Kabupaten Buleleng, Bali, Desa Pemuteran dikenal sebagai kawasan pesisir yang menawarkan pantai berombak tenang, panorama alam yang mempesona, serta kekayaan bawah laut yang menjadi magnet bagi wisatawan dunia. Penasaran dengan fakta menarik desa ini?

Fakta-fakta Desa Wisata Pemuteran, Bali

1. Sejarah Desa Pemuteran

Tanjung Budaya Pemuteran, Desa Wisata Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. (Dok. Kemenparekraf) (Dok. Kemenparekraf)

Melansir situs Jadesta Kemenparekraf, Desa Pemuteran resmi ditetapkan sebagai desa pada 16 Agustus 1967. Nama "Pemuteran" lahir dari sejarah geografis kawasan yang unik.

Letaknya yang berada di sekitar Gunung Pulaki, gunung yang menjorok ke arah pantai, pernah menjadi penghalang jalur transportasi darat. Pada masa itu, kendaraan besar dari arah barat maupun timur tidak dapat melintas dan harus memutar arah. Dari kebiasaan "memutar" inilah kemudian muncul nama Pemuteran.

Seiring waktu, Pemuteran berkembang menjadi desa wisata yang berorientasi pada keberlanjutan. Nilai historis, kedekatan masyarakat dengan alam, serta kesadaran menjaga lingkungan menjadi fondasi karakter desa yang ramah lingkungan dan berbasis komunitas.

Komitmen tersebut tercermin dalam kebijakan pemerintah daerah yang menetapkan Pemuteran sebagai desa wisata berbasis konservasi.

Bersama masyarakat lokal dan pelaku pariwisata, pengembangan destinasi diarahkan tidak hanya pada keindahan alam, tetapi juga pada perlindungan ekosistem darat dan laut, sehingga pariwisata tumbuh sejalan dengan kelestarian lingkungan.

2. Konservasi Biorock Terumbu Karang

Terumbu karang di Desa Wisata Pemuteran, Bali (Indonesia Travel)

Lokasi Desa Pemuteran di pesisir pantai membuat desa ini menjadi salah satu lokasi keberadaan aneka ragam flora dan fauna laut. Desa ini disebut-sebut sebagai salah satu rumah kekayaan bahari di Bali.

Tak jauh dari pantai, terdapat area Biorock Pemuteran, proyek konservasi laut dengan terumbu karang buatan terbesar di dunia.

Melansir Antara, konservasi ini dikerahkan masyarakat sebagai upaya melestarikan kekayaan bahari termasuk terumbu karang dari aktivitas nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan merusak struktur pantai.

Masyarakat kemudian mengembangkan metode biorock, yaitu metode penggunaan struktur besi yang dialiri listrik. Kemudian besi tersebut akan menarik mineral dalam air laut dan membentuk karang di badan besi. Metode ini disebut-sebut lebih cepat dua hingga enam kali lipat dibandingkan proses pertumbuhan terumbu karang secara alami.

Keberadaan terumbu karang Biorock terbesar di dunia serta perkembangan pariwisata berkelanjutan di Pemuteran telah membawa desa ini meraih berbagai penghargaan bergengsi.

Deretan prestasi tersebut antara lain Konas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2002, Asianta Award dan Kalpataru dari Presiden RI pada 2005, Tobo dan Kepeloporan Award dari Pemerintah Provinsi Bali pada 2007, hingga PATA Gold Award, penghargaan internasional bergengsi pada 2008.



Simak Video "Video Spot Baru Buat Nikmatin Senja Sambil Lihat Kapal Bersandar di Bali"


(fem/fem)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork