×
Ad

Sejarah Tradisi Natal Warga Belanda Depok

Hans Wilhelm Michelson - detikTravel
Selasa, 23 Des 2025 14:32 WIB
Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel, Depok. Foto: Hans Wilhem Michelson
Depok -

Bagi masyarakat keturunan Belanda di Depok, Natal melampaui sekadar perayaan keagamaan. Ia mewakili tradisi historis dan budaya yang telah terjalin erat dalam identitas mereka selama berabad-abad.

detikTravel berkesempatan bertemu Boy Loen selaku Sub Sejarah Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) dan turunan asli Belanda Depok, beberapa waktu lalu. Yang menarik, Boy Loen menceritakan refleksinya tentang evolusi tradisi ini, melacak perjalanannya dari kilauan hangat lampu minyak hingga esensi berbagi bersama di antara kelompok agama yang beragam.

Terdapat gereja pertama di Depok bernama Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel. Boy Loen merefleksikan bagaimana ibadah Natal di gereja bersejarah ini mewakili momen penting bagi warga Belanda Depok.

Pada tradisi malam Natal Belanda Depok, ibadah biasanya diadakan beberapa kali hingga empat kali untuk mengakomodasi jemaat yang besar dan antusias. Tradisi bernyanyi ditandai dengan ibadah yang panjang, sebagian besar disebabkan oleh banyaknya kesaksian pujian di GPIB Immanuel dan paduan suara dari berbagai kalangan yang turut serta dalam acara tersebut.

"Pada malam Natal, itu ada empat kali kebaktian dan biasanya penuh. Budayanya ada paduan suara. Jadi ibadahnya menjadi panjang karena banyak paduan suara yang mengambil bagian. Di Depok ini setiap sektor ada paduan suaranya, saksian pujiannya banyak," jelasnya.

Perubahan visual Kota Depok selama perayaan kelahiran Yesus Kristus memberikan dampak yang signifikan bagi Boy. Pada tahun 1998, saat Depok masih merupakan sebuah kecamatan Bogor, bagi warga Belanda Depok Malam Natal bermakna dan memancarkan pesona yang memikat.

"Jadi kalau malam Natal, setiap pagar-pagar rumah itu, pada waktu itu masih ada era minyak tanah, jadi lampu-lampu minyak tanah itu dipasang di sepanjang jalan di setiap pagar rumah orang, bahkan dari Gang Dahlia. Waktu itu kita lihat Depok terang benderang dengan cahaya api obor," kenang Boy.

Selama bertahun-tahun, tradisi ini berkembang menjadi perayaan modern yang dikenal sebagai Christmas Light. Menurut mantan Akademisi itu, Christmas light merupakan kompetisi yang penuh semangat, menghiasi halaman rumah mereka dengan lampu-lampu berwarna-warni dalam upaya untuk memenangkan kompetisi.



Simak Video "Video Rumah Peninggalan Presiden Depok yang Nyempil di Kios-kios"


(ddn/ddn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork