Ada Desa Kuno di Bali yang Mirip Penglipuran
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ada Desa Kuno di Bali yang Mirip Penglipuran

Trimina Klara - detikTravel
Senin, 09 Feb 2026 07:00 WIB
Ada Desa Kuno di Bali  yang Mirip Penglipuran
Foto: Desa Cekeng, Bangli, Bali. (Facebook @ariewinaya)
Jakarta -

Desa Cekeng di Bangli, Bali, menawarkan keindahan alam dan budaya yang terjaga. Cocok untuk wisatawan yang mencari ketenangan dan pengalaman budaya.

Desa adat yang terletak di Kecamatan Kubu, Bangli, Bali, ini mirip dengan Desa Penglipuran.

Nama "Cekeng" sendiri berasal dari kata 'ceking' yang artinya kecil atau kurus karena bentuk dari batas selatan desa ini yang mengecil diakibatkan adanya pertemuan Sungai Sangsang dan Yeh Barong. Desa ini juga disebut memiliki kesamaan dengan Desa Adat Penglipuran karena sama-sama menawarkan suasana sejuk dan juga kehidupan masyarakat yang masih terjaga dan harmonis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akses dan Letak Geografis Desa Cekeng

Desa Cekeng yang merupakan salah satu desa adat yang terletak di Bangli ini terkenal dengan masyarakatnya yang masih memegang erat tradisi leluhur mereka. Baik itu dalam kehidupan sosial, adat istiadat, hingga pengelolaan ruang desa. Melalui itu kembali menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan hanya sekedar histori masa lalu, akan tetapi juga menjadi identitas yang tetap harus hidup, dijaga, dan dilestarikan.

ADVERTISEMENT

Berada di Bangli yang merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang tidak memiliki wilayah laut alias terkurung oleh daratan, menjadikan Desa Cekeng ini terkenal dengan keindahan perbukitan, sungai dan hutan.

Desa Cekeng terletak pada ketinggian 700 mdpl. Desa adat ini memiliki udara yang sejuk dan segar dengan pemandangan hijau dari perbukitan dan hutan di sekitarnya. Sedangkan untuk akses menuju Desa Cekeng, bisa ditempuh dengan jalur darat yang jika dari Kota Bangli hanya membutuhkan waktu singkat.

Daya Tarik Desa Cekeng

Terletak di daerah pegunungan, Desa Cekeng cocok untuk wisatawan yang gemar berwisata alam seperti tracking atau sekedar ingin relaksasi menjauh dari hiruk pikuk perkotaan. Selain itu, di desa ini juga menawarkan wisata budaya situs-situs kuno seperti salah satunya sarkofagus. Hingga bisa berkunjung ke pengrajin produk lokal seperti pembuat capil atau topi petani.

Artikel ini sudah tayang di detikBali. Simak di sini untuk membaca selengkapnya.




(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads