Fakta Menarik Hewan Lucu di Habitat Park SCBD, Yuk Main ke Sana

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Fakta Menarik Hewan Lucu di Habitat Park SCBD, Yuk Main ke Sana

Tim detikcom - detikTravel
Selasa, 23 Jun 2026 08:34 WIB
Habitat Park SCBD
Foto: (bonauli/detikcom)
Jakarta -

Jakarta memiliki ruang hijau baru yang unik untuk melarikan diri sejenak dari penatnya gedung bertingkat. Habitat Park SCBD hadir sebagai destinasi wisata edukatif di jantung ibu kota yang dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap alam dan satwa liar.

Taman hewan modern ini dibagi menjadi tiga zona aktivitas utama: Main Plaza, Botanical Garden, dan Animal Park. Setiap sudutnya dirancang apik dengan memadukan keasrian aneka tanaman dan interaksi satwa. Menampung sekitar 100 ekor binatang dari 42 spesies, operasional taman ini didampingi oleh 17 ranger berpengalaman.

Antusiasme warga Jakarta pun sangat tinggi, terbukti dengan kunjungan harian yang mencapai 400-500 orang, bahkan melonjak hingga 1.500 pengunjung pada akhir pekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah fakta-fakta unik seputar satwa koleksi Habitat Park SCBD:

1. Binturong: Si Menggemaskan yang Wangi Popcorn

Musang bertubuh raksasa ini merupakan hewan nokturnal yang tinggal di rumah pohon area Botanical Garden. Keunikan utama binturong adalah aroma tubuhnya yang manis mirip dengan jagung brondong (popcorn). Kehadirannya di sini juga dipastikan legal dan terpantau ketat oleh negara.

ADVERTISEMENT

"Binturong hewan yang dilindungi tapi ada izin tangkarnya. Punya sertifikat per ekor dari BKSDA," ujar Hanif (31), seorang Animal Curator Habitat Park SCBD kepada detikTravel saat itu.

Setiap individu binturong di sini ditanamkan sebuah chip khusus yang memuat nomor izin resmi dari pihak berwenang.

2. Otter: Mamalia Pintar di Alam

Meski belakangan populer dijadikan peliharaan karena tingkahnya yang jenaka, berang-berang (otter) sejatinya adalah karnivora dua alam (amfibi) yang membutuhkan perawatan ekstra rumit.

"Perawatannya repot dan bau, karena mereka mamalia yang hidup di dua alam," kata Hanif.

Sebagai makhluk sosial yang cerdas, berang-berang tidak bisa hidup menyendiri. Di Habitat Park, kandang mereka dilengkapi kolam ikan hidup untuk merangsang insting berburu alaminya, walau pakan utama pagi dan sore tetap disiapkan oleh perawat.

3. Kapibara: "Mas Bro" Paling Santai Sedunia

Habitat Park SCBDHabitat Park SCBD Foto: (bonauli/detikcom)

Habitat Park menjadi rumah bagi tiga ekor kapibara. Satwa yang kerap dijuluki "Mas Bro" oleh netizen ini dinobatkan sebagai hewan pengerat terbesar sekaligus paling tenang di dunia.

"Dia bisa bersahabat dengan buaya, karena tidak menganggap buaya itu musuhnya. Begitu pula sebaliknya," terangnya.

Kapibara mahir menyelam hingga 5 menit dan memiliki bulu kasar mirip ijuk. Uniknya, gigi mereka terus tumbuh setiap tahun. Oleh karena itu, mereka wajib mengikis giginya pada batang pohon agar tidak tumbuh terlalu panjang dan melukai diri sendiri.

4. Burung Unta: Pelari Cepat yang Agresif

Habitat Park SCBDHabitat Park SCBD Foto: (bonauli/detikcom)

Kawasan SCBD juga menjadi rumah bagi sepasang burung unta muda berusia di bawah satu tahun. Hewan diurnal (aktif siang hari) ini memiliki keterbatasan penglihatan di malam hari alias rabun ayam.

"Kekuatannya ada di kaki, bisa berlari 70-80 km/jam," cerita Hanif.

Meski bertubuh raksasa, ukuran otak burung yang tidak bisa terbang ini rupanya lebih kecil dari bola matanya sendiri. Karakteristiknya cenderung kurang cerdas dan agresif, bahkan suka menelan benda apa saja di sekitarnya. Alhasil, kebersihan kandangnya harus dipantau steril setiap hari.

5. Red Fox: Rubah Cantik Berbulu Merah

Bergeser ke area Animal Park, pengunjung bisa mengagumi sepasang rubah merah (Red Fox) berbulu menyala. Karena habitat aslinya membutuhkan kondisi cuaca tertentu, pihak pengelola memasang alat khusus di kandangnya.

"Di sini kita kasih penghangat dan pendingin, karena di alam aslinya mereka butuh panas," ucap Hanif.

Jika suhu di dalam kandang terlalu panas, bulu rubah menggemaskan ini akan mengalami kerontokan.

6. Ruang Burung Hantu: Sang Pengendali Hama Alami

Habitat Park SCBDHabitat Park SCBD Foto: (bonauli/detikcom)

Taman ini menyediakan ruangan khusus yang menampung 13 ekor burung hantu dari 10 spesies lokal yang berbeda. Burung hantu dikenal sebagai predator dengan kemampuan kamuflase tingkat tinggi sekaligus pembasmi hama (pest control) paling efektif bagi ekosistem.

"Tiga hektar lahan itu bisa diawasi oleh sepasang burung hantu barn owl," ungkap Lukman (31), ranger yang berjaga di kandang burung hantu.

Di bawah pengawasan ranger, pengunjung diperbolehkan menyentuh burung hantu yang sudah jinak. Saat mereka merasa nyaman dan rileks, mereka akan mengangkat satu kakinya demi menghemat energi (saving energy). Jika mendengar mereka bersuara, itu hanyalah panggilan komunikasi biasa, bukan tanda stres.

Melalui interaksi ini, Lukman menyelipkan pesan edukasi penting agar masyarakat tidak memelihara burung hantu di rumah atau menggunakan racun tikus yang bisa meracuni rantai makanan mereka.

"Biarkan mereka tetap di alam jangan lakukan perbuatan liar. Jangan gunakan racun tikus untuk membunuh hama, karena mereka makan hama. Itu bisa membunuh mereka," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Nggak Nyangka! Ada Ular-Rusa di Tengah Kawasan SCBD"
[Gambas:Video 20detik] (bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads