Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat optimistis sektor pariwisata di daerahnya memiliki prospek cerah. Selain mengandalkan keindahan alam Dieng, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga berupaya mempertahankan atraksi budaya, termasuk tradisi balon udara, sebagai daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Afif mengatakan, balon udara telah menjadi salah satu ikon pariwisata Wonosobo yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Tradisi tersebut dinilai memiliki potensi untuk memperkenalkan Wonosobo ke panggung internasional.
Bahkan, menurut Afif, balon udara dari Wonosobo telah diterbangkan di Meksiko. Dia juga menyebut adanya rencana untuk membawa atraksi tersebut ke Brasil pada tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini salah satu ikon yang kita pertahankan. Bahkan, kemarin sudah diterbangkan di Meksiko. Tahun depan di Brasil. Sudah banyak negara yang ingin mengundang Wonosobo," kata Afif saat peresmian hotel Artotel Wanasaba, di Wonosobo, Rabu (14/10/2026).
Dia menambahkan sejumlah pemerintah kabupaten dan kota juga tertarik menghadirkan balon udara dari Wonosobo sebagai bagian dari upaya menarik wisatawan ke daerah masing-masing.
Menurut Afif, pengembangan atraksi budaya semacam itu menjadi salah satu cara untuk memperluas promosi pariwisata Wonosobo. Dengan semakin dikenalnya ikon daerah, diharapkan makin banyak wisatawan yang tertarik berkunjung.
Wisata Dieng Jadi Magnet Pengunjung
Selain atraksi budaya, kawasan Dieng masih menjadi salah satu magnet utama pariwisata Wonosobo. Tingginya minat wisatawan untuk mengunjungi kawasan tersebut bahkan kerap berdampak pada kepadatan lalu lintas, terutama pada akhir pekan.
Afif menuturkan Wonosobo pernah mengalami kemacetan hingga enam jam akibat tingginya arus kunjungan wisatawan yang hendak menuju Dieng.
Dia mengaku pernah mendapat informasi bahwa kepadatan lalu lintas di Wonosobo menjadi perhatian dalam rapat di Korlantas Mabes Polri.
"Setiap Sabtu kita pernah mendapati rekor kabupaten paling macet se-Indonesia. Biasanya Bogor, tetapi Wonosobo juga pernah mengalami kemacetan sampai enam jam karena banyak orang yang ingin ke Dieng," ujarnya.
Bagi Afif, tingginya arus kendaraan tersebut menjadi salah satu indikasi besarnya minat masyarakat untuk berwisata ke Wonosobo. Namun, kondisi itu juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapan destinasi dan fasilitas pendukung pariwisata.
Optimistis Artotel Wanasaba Perkuat Pariwisata
Di tengah potensi wisata yang dimiliki, Afif menyambut positif kehadiran Artotel Wanasaba yang resmi beroperasi pada 14 Oktober 2026. Hotel tersebut diharapkan dapat melengkapi kebutuhan akomodasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan pariwisata daerah.
Afif optimistis investasi tersebut akan membawa manfaat bagi Wonosobo, baik melalui peningkatan pilihan tempat menginap maupun aktivitas ekonomi yang muncul di sekitarnya.
"Insyaallah saya sangat optimistis kehadiran Artotel akan membawa berkah, membawa kemajuan, dan sangat mendukung pariwisata di Kabupaten Wonosobo," tuturnya.
Dengan potensi alam Dieng, kekayaan budaya, serta dukungan fasilitas akomodasi, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap daerah tersebut semakin menarik bagi wisatawan. Upaya promosi dan pengembangan pariwisata pun diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian masyarakat setempat.










































