Jakarta -
Terlihat dermaga yang sudah rapuh, kapal-kapal yang dibiarkan berkarat dan hampir tenggelam di pinggir laut, juga angin yang seolah mengabarkan jika di sinilah kenangan kejayaan Lombok berada.
Ombak yang besar tak menyurutkan pengunjung untuk sekedar bermain air di bibir pantai
|
Terlihat dermaga yang sudah rapuh, kapal-kapal yang dibiarkan berkarat dan hampir tenggelam di pinggir laut, juga angin yang seolah mengabarkan jika di sinilah kenangan kejayaan Lombok berada.
Ikon pantai yang selalu ramai diserbu pengunjung untuk berfoto
|
Terlihat dermaga yang sudah rapuh, kapal-kapal yang dibiarkan berkarat dan hampir tenggelam di pinggir laut, juga angin yang seolah mengabarkan jika di sinilah kenangan kejayaan Lombok berada.
Terlihat kapal yang lebih besar sedang lego
|
Terlihat dermaga yang sudah rapuh, kapal-kapal yang dibiarkan berkarat dan hampir tenggelam di pinggir laut, juga angin yang seolah mengabarkan jika di sinilah kenangan kejayaan Lombok berada.
Kota tua Ampenan
|
Terlihat dermaga yang sudah rapuh, kapal-kapal yang dibiarkan berkarat dan hampir tenggelam di pinggir laut, juga angin yang seolah mengabarkan jika di sinilah kenangan kejayaan Lombok berada.
Terlihat dermaga yang sudah rapuh, kapal-kapal yang dibiarkan berkarat dan hampir tenggelam di pinggir laut, juga angin yang seolah mengabarkan jika di sinilah kenangan kejayaan Lombok berada.Terlihat dermaga yang sudah rapuh, kapal-kapal yang dibiarkan berkarat dan hampir tenggelam di pinggir laut, juga angin yang seolah mengabarkan jika di sinilah kenangan kejayaan Lombok berada.Terlihat dermaga yang sudah rapuh, kapal-kapal yang dibiarkan berkarat dan hampir tenggelam di pinggir laut, juga angin yang seolah mengabarkan jika di sinilah kenangan kejayaan Lombok berada.Terlihat dermaga yang sudah rapuh, kapal-kapal yang dibiarkan berkarat dan hampir tenggelam di pinggir laut, juga angin yang seolah mengabarkan jika di sinilah kenangan kejayaan Lombok berada.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia