Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 09 Jul 2013 17:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Benteng Indrapatra, Saksi Kemunculan Islam di Aceh

Eka Saputra
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
detikTravel Community - Aceh yang sangat kental dengan budaya Islam mungkin cocok untuk Anda berlibur di bulan Ramadan. Seperti bangunan Benteng Indrapatra, inilah bentang sejak masa Hindu yang juga berperan penting di masa kerajaan Islam.

Siapa sangka, Aceh dengan syariat Islam yang getol, ternyata memiliki kaitan sejarah dengan Hindu. Agama ini merupakan agama pertama kali masuk ke Aceh yang dibawa langsung oleh bangsawan dari India Selatan.

Para bangsawan dari India tidak sengaja menemukan Aceh dalam perjalanannya untuk menyelamatkan diri dari konflik berdarah di negeri sendiri. Sesampai di Aceh, mereka kemudian mendirikan kerajaan dan menyebarkan agama Hindu kepada penduduk pribumi.

Sejarah menyebutkan, bahwa agama Hindu masuk ke Aceh sejak abad ke-7 Masehi. Goresan sejarah Hindu di Aceh masih dapat ditemukan melalui beberapa jejak peninggalan di Aceh. Benteng Indrapatra merupakan salah satu jejak sejarah yang berada di Kabupaten Aceh Besar. Benteng ini sengaja dibuat agar musuh tidak bisa menerobos masuk ke daratan Aceh.

Untuk menuju ke lokasi benteng ini, traveler harus menempuh perjalanan sekitar 19 km dari pusat ibukota Banda Aceh. Lalu berjalan ke arah timur dan Anda akan memasuki Desa Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Bentengnya tepat berada di bibir pantai. Keren!

Awalnya, lokasi ini terdapat 3 bangunan benteng. Namun kini hanya tersisa 2 bangunan yang masih berdiri dan sangat disayangkan karena beberapa kontruksi bangunan sedikit hancur. Bangunan utama seluas 70x70 m, di dalam bangunan utama itu terdapat 2 stupa dengan kubah di atasnya.

Di dalam stupa ini terdapat sumur yang digunakan untuk ritual umat Hindu dalam membersihkan diri. Para ahli sejarah mengatakan, selain sebagai tempat pertahanan, benteng ini juga digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu.

Tak jauh dari bangunan utama, terdapat bangunan benteng yang luasanya lebih kecil dari benteng utama. Setiap sisi dinding terdapat lubang-lubang sebesar 50x50 cm. Lubang ini digunakan sebagai tempat meriam. Kemudian, bagian tengah dari benteng ini terdapat ruang penyimpanan amunisi.

Setelah Hindu, muncul kerajaan Islam yang pada masa keemasan dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda. Pada masa ini, benteng tetap digunakan sebagai basis pertahanan melawan Portugis. Sultan Iskandar Muda menugaskan Laksamana Malahayati seorang laksamana perempuan pertama di dunia untuk memimpin pasukan di wilayah basis pertahanan ini.

Benteng ini merupakan benteng yang dibangun oleh kerajaan Lamuri, kerajaan Hindu pertama di Aceh. Walaupun akhirnya Islam mendominasi di Aceh, tetapi Sultan dan Ratu yang memimpin Aceh tidak pernah menghancurkan jejak peninggalan nenek moyangnya.

Ada pepatah menyebutkan, "Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya". Mungkin pepatah ini bisa menjadi salah satu pembenaran Aceh menjadi bangsa yang besar pada saat kesultanan.

Jika traveler ingin menikmati bangunan sejarah ini, Anda bisa menempuh perjalanan selama 30 menit dari kota Banda Aceh. Lalu berjalan ke arah Krueng Raya. Kemudian dari sisi kiri, Anda akan menemukan plang nama lokasi benteng.

Jika naik angkutan umum, ongkos menuju lokasi ini sekitar Rp 5.000-Rp 10.000 saja. Selain menyusuri bangunan benteng, Anda juga bisa melipir sejenak ke tepian pantai sekitar benteng ini.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
Laporan dari Australia

Keliling Sydney Tapi Naik Cruise, Bisa!

Sabtu, 22 Apr 2017 14:50 WIB

Liburan keliling Sydney naik transportasi darat sudah biasa, tapi kalau lewat jalur air? Bukan tidak mungkin, ada jasa wisata keliling Sydney naik cruise!