Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 22 Agu 2015 11:48 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menakjubkan! Air Terjun Tumpak Sewu, Niagara-nya Indonesia

Foto 1 dari 5
Panorama surga dari balik tebing
Panorama surga dari balik tebing
detikTravel Community - Kalau Amerika punya Air Terjun Niagara yang tinggi besar, Indonesia juga punya Coban Sewu di perbatasan Malang-Lumajang. Coba ke sana akhir pekan ini untuk mengagumi alam yang menakjubkan.

Untuk menikmati betapa mengagumkan Air Terjun Niagara, kini tak perlu jauh-jauh ke Amerika. Coban Sewu akan menjawab semua rasa takjub anda tentang air terjun yang super tinggi dan besar. Air terjun Tumpak Sewu, julukan dari Coban Sewu, adalah Niagara Indonesia yang terletak di Pulau Jawa tepatnya di perbatasan Malang-Lumajang, Jawa Timur.

Akses menuju lokasi terbilang cukup mudah. Letaknya tepat di pinggir jalan antar kota dalam propinsi. Tepatnya di Desa Sidomulyo, Pronojiwo, Lumajang yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Ampelgading, Malang. Lokasi ini dapat ditempuh dengan motor sekitar 1,5 jam dari Kota Malang/Lumajang. Kemudian masuk gang kurang lebih 100 meter. Jangan cemas takut tersasar karena terdapat plang besar masuk gangm lalu memarkir sepeda dan jalan kaki sedikit menuju view point yang ada.

Coban Sewu memiliki beberapa spot menarik. Setidaknya ada 4 spot yang paling umum, yaitu diurut dari yang paling direkomendasikan. Pertama, via jalur resmi Desa Sidomulyo. Nah jalur ini saya suka. Selain aman, juga paling dekat. Komplit dapat panorama atas juga dapat turun untuk dapat tampak bawah. Anak tangganya dari bambu kuat dengan kombinasi kayu cukup aman untuk pegangan. Landai jalurnya dan terdapat beberapa gardu pandang untuk santai sejenak menghela nafas. Pun akan merasakan dingin menyeberangi sungai. Karena beberapa terbuat dari tanah, musti ekstra waspada, terlebih musim penghujan seperti sekarang licin.

Kedua, via Gua Tetes.  Belum pernah merasakan sensasi menuruni air terjun kan? Di sini saatnya anda coba. Petualangan naik turun tebing batuan stalagtit stalagmit dengan guyuran aliran air yang lebat. Akses paling jauh untuk turun ke Coban Sewu. Harus menuruni anak tangga hingga Gua Tetes kemudian turun lagi ke bawah merambat di bibir tebing menuju aliran sungai. Dilanjutkan trekking susur sungai melawan arus sekitar 200 meter menuju Coban Sewu bagian bawah.

Butuh minimal 3 jam untuk pergi pulang dari parkiran menuju Coban Sewu termasuk foto-foto di lokasi. Perjuangan perjalanan via Gua Tetes ini saya jamin menjadi pengalaman paling wah dalam sejarah traveling anda.

Ketiga, via Ampel Gading. Pemandangan dari atas tebing bagian selatan dari Air terjun Tumpak Sewu. Dari sini, terlihat sangat jelas berjajar air terjun yang saling bertumpak atau bertindihan. Beberapa waktu lalu, Juni 2015, telah dibangun akses untuk turun menuju bagian bawah air terjun. Namun demikian, tebing sisi selatan ini sangat curam. Tegak seperti tembok. Meskipun memiliki struktur gabungan bambu, kayu, dan rotan sebagai akses tetapi tidak begitu friendly untuk panjat tebing apalagi trekking.

Keempat, via aliran Sungai Glidik. Anda ingin memacu adrenalin untuk berdiri di atas air terjun super dengan ketinggian 180 meter? Glidik point ini dapat Anda coba. Panorama yang disajikan juga sangat menawan terutama bagi penggemar ketinggian. Namun perlu ekstra hati-hati karena tidak ada pagar pembatas di antaranya, ada sih tapi kecil dan belum sepenuhnya dipagar. Terlihat jurang yang amat dalam di depan mata. Dari point ini sudah memakan korban jiwa, jangan sia-siakan hidup hanya untuk mendapat dokumentasi keren!

Timing yang pas adalah ketika pagi hari. Sekitar pukul 08.00 WIB pagi, Anda akan melihat bergesernya sinar matahari diantara cekungan air terjun, menyaksikan kabut tipis yang dibentuk oleh bulir air yang semburat, dDerasnya deburan air jatuh melengkapi simfoni siulan burung di pagi hari.

Turun kebawah air terjun sekitar 45 menit kemudian, Anda akan disambut berjuta titik air yang membasahi wajah. Brr.. dingin air yang murni dan jernih keluar dari berbagai sudut sumber. Momen yang sempurna untuk berfoto hanya didapat ketika pagi. Hal ini karena masih belum banyak noise akibat angin yang berair. Jangan terlalu sore karena sering mendung, hujan, dan banjir di dasar sungai.

Oh iya, beda spot beda tiket masuk dan parkir. Namun rata-rata pengelola mematok tiket masuk sebesar Rp 5.000 dan parkir Rp 5.000. Masalah makanan dan minuman tak perlu khawatir. Jika berkunjung pada hari libur, banyak pedagang yang menjual snack, mie gelas, dan air mineral di sepanjang jalan area wisata.

Kalau berkunjung ke Coban Sewu via Gua Tetes jangan lupa membeli merchandise berupa kaos, gantungan kunci, gelang, kerajinan tangan berupa ukiran kayu, kembang, hingga akik sebagai oleh-oleh untuk keluarga. Budayakan untuk memberdayakan penduduk lokal agar ekonomi warga sekitar dapat terangkat.

Tipsnya yang pertama memakau baju outdoor. Memakai sandal atau sepatu gunung akan sangat membantu. Kalau ramai-ramai lebih aman dengan membawa tali. Pakaian yang leluasa dan juga pakaian ganti karena kemungkinan besar basah-basahan. Bawalah juga kresek plastik untuk menghindarkan alat elektronik anda dari ancaman air. Plus juga tissue untuk mengelap kamera. Jangan sampai kamera DSLR mati kena air.

Tips kedua disarankan pergi bersama guide. Jalan menuju lokasi dan medan berkelok-kelok bikin pusing. Sangat disarankan bersama teman yang sudah pernah. Kalau bingung bisa tanya warga sekitar atau pengunjung lain. Atau, kita  dapat menyewa jasa guide untuk dapat paket wisata nyaman, aman, dan tidak ribet. Homestay, hotel, dan restoran tersedia tak jauh dari lokasi juga kok.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA