Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 24 Nov 2015 18:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Kuliner Gudeg Manggar yang Istimewa di Bantul

Ardian Kusuma
d'travelers
Foto 1 dari 4
Warung Bu Jumilan yang menjual gudeg manggar
Warung Bu Jumilan yang menjual gudeg manggar
detikTravel Community - Saat liburan ke Bantul, jangan lupa mencicipi gudeg manggar. Gudeg ini begitu istimewa dengan bahan bunga kelapa yang masih muda, berbeda dengan gudeg pada umumnya yang pakai nangka muda.

Menjelajahi Kabupaten Bantul seperti menjelajahi wisata kuliner tradisional khas Yogyakarta. Salah satu kuliner tradisional yang menjadi favorit keluarga Keraton Yogyakarta adalah gudeg manggar.

Gudeg Manggar berasal dari sebuah desa bernama Desa Mangir. Sejarahnya dulu dibuat pertama oleh Putri Pambayun, putri dari Panembahan Senopati Raja Mataram I.

Gudeg Manggar adalah gudeg yang berbahan baku bunga kelapa yang masih muda. Tidak seperti gudeg yang berbahan baku nangka, gudeg manggar memiliki rasa khas, lebih gurih dan padat. Gudeg manggar menjadi kuliner langka karena bahan bakunya yang tidak banyak ada, sehingga berburu dan menemukan kuliner ini layaknya petualangan yang patut dicoba.

Jika penasaran dengan kenikmatan Gudeg Manggar ini, traveler bisa langsung menuju Desa Mangir di Bantul. Salah satu warung terkenal yang menjajakan gudeg manggar adalah Warung Bu Jumilan. Warung ini berada di pinggir jalan Srandakan Bantul km 8 sehingga cukup mudah untuk ditemukan.

Bu Jumilan memberikan plakat spesial Gudeg Manggar pada warungnya, walaupun beliau juga menyediakan menu lain seperti gulai dan soto ayam kampung. Menu lain ini mungkin juga adalah antisipasi jika stok gudeg manggar di warungnya telah habis.

Siang itu saat saya datang, stok gudeg manggar tinggal sedikit karena saya datang pas lewat jam makan siang. Namun saat itu lauk masih lengkap, saya lihat ada ayam, telur dan yang tidak biasa ada mangut lele sebagai lauk gudeg ini.

Karena pertama datang saya putuskan memakai lauk ayam kampung dan krecek yang biasa menjadi standar pasangan gudeg. Rasa lapar tak tertahankan dan dihadapan saya ada makanan yang begitu enak menurut keluarga-keluarga Keraton Jogja, gudeg manggar pesanan saya pun ludes dalam sekejap.

Rasa manggar muda yang gurih dan ayam kampung yang legit, membuat masakan Bu Jumilan begitu lezat, hanya krecek yang kurang begitu nendang karena rasanya tidak terlalu pedas.

Saya hanya menghabiskan uang Rp 25.000 untuk seporsi gudeg manggar dengan lauk ayam kampung dan segelas minuman. Harga yang standar dengan citarasa gudeg anti mainstream dan langka dari selatan Yogyakarta ini.

Jika kamu mengunjungi pantai di Bantul, sempatkanlah lewat jalan Srandakan dan mampir ke warung ini. Jalan Srandakan adalah salah satu jalan menuju pantai-pantai di Bantul dan jalur alternatif untuk menuju Kabupaten Kulon Progo lewat jalur selatan. Selamat berburu kuliner langka ini ya!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED