Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Jan 2017 10:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menyusuri Sejarah Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto

basri bachtiar
d'travelers
Foto 1 dari 5
Patung Buddha Tidur
Patung Buddha Tidur
detikTravel Community -

Mojokerto menyimpan banyak candi hingga peninggalan bersejarah dari Kerajaan Majapahit. Bisa jadi rekomendasi bagi traveler pecinta sejarah.

Mojokerto, siapa yang tidak kenal dengan kota ini. Kota di sebelah barat daya Surabaya ini memang cukup dikenal dengan camilan khas onde-onde dan banyaknya situs peninggalan kerajaan Majapahit.

Untuk menuju kota ini sangatlah mudah, karena kota ini merupakan jalur utama dari Surabaya menuju Kota Solo/Yogya dan kota-kota di Jawa Timur bagian barat lainnya. Berjarak kurang lebih 50 KM dari Kota Surabaya, menjadikan kota ini menjadi pilihan untuk berwisata di akhir pekan

Dengan mengendarai sepeda motor, saya hanya menempuh waktu kurang lebih satu jam untuk sampai di Kota Mojokerto. Tujuan pertama kali ini, saya akan mengunjungi Patung Budha Tidur atau The Sleeping Buddha. Terkadang siapa yang menyangka, di Indonesia terdapat patung Buddha tidur.

Patung Buddha tidur yang berada di Mojokerto merupakan patung buddha tidur terbesar ketiga di Dunia. Jadi tidak perlu ke luar negeri kan untuk melihat patung Buddha tidur.

Untuk menuju lokasi patung Buddha tidur sangatlah, mudah karena letaknya tidak jauh dari jalan utama Surabaya-Solo. Jika menggunakan bus umum dari Surabaya, kita dapat mengambil jurusan Surabaya-Jombang atau Solo kemudian turun di Trowulan.

Dari jalan utama, kita dapat berjalan ke Kompleks Vihara Sasono Bhakti yang berada di perkampungan warga. Di dalam Vihara tersebutlah patung Buddha tidur berada.

Berdasarkan tanya-tanya, Patung Buddha Tidur memiliki Panjang 22 Meter dengan lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter. Bahannya menggunakan beton dan dipahat langsung oleh pengrajin patung asal Trowulan.

Pembuatan patung ini dilaksanakan pada tahun 1993 oleh YM Virhanadi Maha Tera. Patung Buddha tidur ini berada di kompleks Vihara yang digunakan untuk umat Buddha untuk sembahyang. Di sisi lain juga di kompleks ini, terdapat miniatur Candi Borobudur dan Patung-Patung Buddha yang berukuran kecil.

Setelah mengunjungi Patung Buddha Tidur, kita dapat mengunjungi Candi Brahu yang letaknya tidak jauh dari tempat Patung Buddha Tidur. Candi Brahu terletak di Desa Bejijong, Trowulan.

Jika dari Patung Buddha tidur kita tinggal mengikuti jalan ke arah jalan utama. Kemudian di perempatan kita belok kiri setelah bertemu dengan pertigaan kita mengarah barat dan kemudian kita sudah melihat Candi Brahu dari kejauhan.

Untuk memasuki kawasan Candi Brahu tidak dipungut biaya, hanya membayar parkir sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Bentuk Candi Brahu menyerupai pinggang manusia di bagian tengah dan memiliki sudut banyak. Dibangun dengan menggunakan batu merah dan menghadap ke barat. Bentuk atap candi bersudut prisma dengan segi empat, berbeda dengan kebanyakan candi lainnya.

Di sekeliling Candi Brahu terdapat taman dengan pohon rindang dan rumput yang hijau mempesona, menambah cantik kawasan Candi Brahu ini.

Setelah mengunjungi Candi Brahu, kita dapat mengunjungi Candi Bajang Ratu. Candi Bajang Ratu terletak di Dukuh Kraton, Desa Temon, Trowulan.

Candi Bajang Ratu merupakan candi yang cukup populer karena sering dijadikan spot foto-foto selfie yang menang tempat ini cukuplah bagus untuk buat foto.

Bentuk candi ini berupa menyerupai gapura dengan tangga naik turun yang mirip dengan pintu gapura kerajaan Majapahit. Di dekat Candi Bajang Ratu juga terdapat Situs Kedaton dan juga Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Mojokerto.

Setelah dari Candi Bajang Ratu, kita dapat mengunjungi Candi Tikus. Candi Tikus terletak di sebelah timur Candi Bajang Ratu. Candi tikus berbentuk unik karena berbeda dengan bentuk candi lainnya.

Candi tikus berada di tengah-tengah kolam air. Dinamakan Candi tikus karena pada mulanya tempat penemuan candi ini dulunya merupakan sarang tikus. Candi ini dilakukan pemugaran pada tahun 1984.

Setelah mengunjungi beberapa candi, kita kemudian mengunjungi Museum Trowulan Mojokerto. Museum ini terletak di Jalan Pendo Agung, Trowulan dekat dengan kolam segaran.

Museum ini merupakan Museum Arkeologi yang sangat terkenal di Mojokerto. Di dalam Museum ini kita dapat melihat barang-barang purbakala peninggalan kerajaan Majapahit.

Nah kawasan Trowulan memang sangat menyimpan situs-situs bersejarah Kerajaan Majapahit. Bagi yang suka jalan-jalan sejarah sangatlah cocok untuk berkunjung ke Trowulan.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA