Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Jul 2017 14:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ketika Orang Denmark Kepincut Budaya Indonesia

Marlodieka
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Aneka Jajanan Khas Indonesia yang di sajikan pada Indonesian day di Kopenhagen
Aneka Jajanan Khas Indonesia yang di sajikan pada Indonesian day di Kopenhagen
detikTravel Community -

Pada awal bulan Juli lalu sempat diadakan Indonesian Cultural Day & Bazaar 2017 oleh KBRI Kopenhagen. Tak sedikit warga Denmark yang kepincut Indonesia.

Acara yang diselerenggarakan pada Sabtu (01/07/17) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kopenhagen, Denmark ini dipadati lebih dari 500 pengunjung baik warga negara Indonesia maupun warga Kopenhagen, Denmark.

Beragam aneka kuliner nusantara yang disajikan pada bazaar kali ini mulai dari nasi kuning, siomay, batagor, pempek, bakso, mie yamin, nasi Bali, nasi kuning, rendang hingga jajanan khas Indonesia seperti pastel, klepon, kue putu, martabak dan masih banyak lagi.

Acara ini juga memperkenalkan kopi khas Indonesia, mengingat budaya masyarakat Denmark yang sangat menyukai minum kopi. Madalina, salah seorang pelajar Swedia yang berkunjung ke Denmark khusus untuk hadir dalam acara tersebut menyatakan, bahwa makanan Indonesia sangat lezat dan kopinya yang khas membuat dirinya sangat menyukai makanan Indonesia.

Ekky, salah satu pelajar Indonesia dari Technical University Denmark (DTU) mengatakan saya sudah lama ingin makan Pempek tapi waktu saya datang sudah habis, cepat sekali habisnya. Saya lihat tadi antreannya cukup panjang jadi saya gak ikut antre, ternyata semua pengunjung memesan pempek di sini.

Selain beragam kuliner, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai tari-tarian daerah seperti tari Merak, tari Jaipong, tari Sajojo, tari dayak dan tari-tarian daerah lainnya.

Tidak kalah menarik juga atraksi pencak silat Denmark yang memperagakan bela diri asal Indonesia ini. Minat masyarakat Kopenhagen dalam mendukung acara tersebut dapat dilihat dari partisipasi mereka ikut serta dalam peragaan busana kebaya dan batik.

Rasa haru dan rindu menyelimuti para warga negara Indonesia di Denmark yang hadir saat penampilan lagu sio mama ee, tanah air beta dan rayuan pulau kelapa.

Dubes Denmark M Ibnu Said beserta staff dan PPI Denmark turut menampilkan kesenian angklung dan gamelan. Rizky Suganda, ketua PPI Denmark mengatakan, walaupun pelajar Denmark tidak terlalu banyak di sini, tapi temen-temen tetap antusias mendukung acara ini serta dibantu dengan partisipasi temen-temen PPI Swedia.

Dubes RI untuk Denmark & Republik Lithuania Muhammad Ibnu Said mengatakan tujuan kegiatan ini pertama, promosi Trade, Tourism, Investment (TTI), kedua memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Denmark.

Terakhir meningkatkan people to people contact antara Indonesia dengan masyarakat internasional yang berada di Denmark. Indonesia dari tahun ke tahun semakin dikenal.

Karena selama ini tidak semua orang di Denmark mengenal Indonesia. Maka untuk mengenalkan Indonesia bisa melalui budayanya, tari-tarian, musiknya dan makanannya, ujar Ibnu.

Ibnu menambahkan sebagai contoh saat ini di Denmark terutama di Copenhagen belum ada restoran Indonesia, sementara restoran Thailand, Vietnam banyak sekali. Dengan makanan yang kita sajikan ini warga Denmark juga senang makanan Indonesia. Harapan kami acara ini bisa menarik minat investor untuk membuat restoran Indonesia di Denmark.

Berbagai kegiatan yang mempromosikan Indonesia cukup gencar dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara-negara Skandinavia dalam menyambut musim panas ini.

Selain di KBRI Denmark pada bulan akhir Juli 2017 KBRI Swedia, di Stockholm juga berencana melakukan hal yang serupa untuk mendukung target pemerintah mencapai 15 juta wisatawan mancaranegara di tahun 2017.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Mari Kita Jaga Badak Jawa

Jumat, 22 Sep 2017 18:50 WIB

Bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengajak semua pihak peduli keberadaan badak Jawa. Yuk!